Apakah diabetes akan diturunkan kepada anak-anak saya?

  Dalam pekerjaan klinis, saya sering mendengar pertanyaan, “Apakah saya akan menularkan diabetes saya kepada anak saya? Ini adalah pertanyaan yang sangat nyata, dan dari sudut pandang eugenika, hal ini mencerminkan sikap yang sangat bertanggung jawab terhadap masa depan anak dan kualitas manusia itu sendiri, dan patut dipuji.  Hingga saat ini, telah banyak penelitian baik di dalam maupun di luar negeri yang menunjukkan bahwa diabetes bersifat turun-temurun. Misalnya, dalam kasus kembar identik, jika salah satu dari mereka menderita diabetes tipe 1, kemungkinan yang lain mengembangkan penyakit di masa depan bisa mencapai 50%. Ini adalah bukti epidemiologis yang paling meyakinkan bahwa diabetes bersifat turun-temurun.  Dalam hal asal mula kehidupan, zat terpenting yang membentuk tubuh yang hidup adalah protein. Kulit ari kita, tulang kita, organ dalam kita, kepala dan wajah kita, panca indera kita, dan segala jenis jaringan lainnya, sebagian besar terdiri atas protein. Lalu, mengapa kita memiliki beragam bentuk dan rupa yang berbeda? Misteri ini ditentukan oleh informasi genetik dalam tubuh, yang tersimpan dalam pembawa yang disebut “gen”, unit genetik terkecil dalam tubuh, yang dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Sebuah “gen” menentukan protein, dan setiap protein memiliki struktur yang berbeda, yang merupakan alasan kekayaan organisme hidup. Ini mengatur seluruh proses kehidupan kita seperti kelahiran, penuaan, penyakit dan reproduksi.  Sekarang, mari kita kembali ke pertanyaan sebelumnya. Diabetes adalah penyakit poligenik, hasil dari kombinasi gen, tetapi apakah diabetes berkembang atau tidak, juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sehingga beberapa individu, meskipun membawa gen penyebab penyakit, bisa bebas penyakit tanpa aksi faktor eksternal yang sesuai. Selain itu, gen tidak begitu saja diwariskan dari satu pasangan ke pasangan berikutnya, jadi tidak mungkin semua keturunan akan ‘mengambil alih’ gen dari orang tua mereka. Kedua, seperti yang disebutkan di atas, bahkan jika gen “diambil alih”, penyakit ini belum tentu berkembang tanpa faktor eksternal. Jarang, karena keragaman gen yang bertanggung jawab atas diabetes dan perbedaan etnis, belum ada cara medis untuk mendeteksi diabetes dengan skrining prenatal. Ini adalah salah satu arah yang perlu dikerjakan oleh ilmu kedokteran di masa depan.