Atrofi serebelar, juga dikenal sebagai mikrosefali tulang belakang, adalah kelainan neurologis genetik yang dominan dalam keluarga, sehingga atrofi serebelar diwariskan. Jika salah satu orang tua mengidap penyakit ini, misalnya, ada 50% kemungkinan anak akan mewarisi penyakit ini dan mengembangkannya. Setelah timbulnya penyakit ini, pasien-pasien ini berjalan dengan gerakan goyah seperti penguin, sehingga dinamakan keluarga penguin. Tahap pertama penyakit ini dicirikan oleh jalan yang mabuk, gerakan naik-turun tangga yang tidak terkoordinasi, dan bergoyang maju-mundur ketika berdiri. Tahap kedua, tahap tengah, adalah ketidakmampuan untuk mengontrol dukungan dan gaya berjalan, dan berjalan seperti penguin. Pada tahap ketiga, pada tahap akhir, ada hambatan bicara, ketidakmampuan untuk mengontrol intonasi atau bahkan untuk berbicara, dan ketidakmampuan untuk menulis dengan terbaca.