Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang mikrosefali?

  Otak kecil telah lama dianggap penting untuk fungsi motorik yang utuh. Namun demikian, ada bukti yang berkembang bahwa otak kecil juga memainkan peran penting dalam pemrosesan kognitif dan emosional. Telah disarankan bahwa fungsi motorik otak kecil terutama terkonsentrasi di daerah anterior, sementara proses kognitif didukung oleh bagian posterior otak kecil. Otak kecil memiliki beberapa loop anatomi modular yang berinteraksi dengan korteks motorik dan sensorik serta area yang melayani fungsi kognitif yang lebih tinggi, termasuk korteks prefrontal dan parietal. Temuan terbaru menunjukkan bahwa koneksi serebelar-kortikal memiliki dampak pada gangguan neurodegeneratif, yang sering bermanifestasi sebagai gejala motorik, kognitif, dan bahkan neuropsikiatri. Penyebab atrofi serebelar tidak diketahui, tetapi sebagian besar terkait secara genetik, selain degenerasi, iskemia dan hipoksia, metabolisme toksik, inflamasi dan sindrom neuroparaneoplastik.  Manifestasi utama atrofi serebelar adalah ataksia. Pasien mungkin menderita berjalan tidak stabil, gaya berjalan yang lebar, mata tertutup dan kesulitan dalam berdiri, atau bahkan kehilangan perawatan diri, yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Disartria serebelar ditandai dengan ucapan seperti nyanyian, yang disebabkan oleh ataksia otot-otot bibir, lidah dan tenggorokan. Atrofi serebelar bisa terlihat sebagai nistagmus, yang mungkin termasuk tremor kasar dan rebound nistagmus. Manifestasi non-motorik adalah disfungsi bahasa dan kognitif. Neuroimaging dapat mengungkapkan peningkatan dan pelebaran sulkus serebelar, pengurangan ukuran serebelum dan pembesaran ventrikel keempat. Tidak ada pengobatan klinis yang efektif untuk mikrosefali, tetapi latihan rehabilitasi bisa efektif. Dalam pencegahan penyakit, kita perlu memperhatikan pencegahan penyakit serebrovaskular, diet ringan, campuran yang wajar, memperkuat latihan fisik, dan bagi orang dengan riwayat keluarga penyakit harus lebih memperhatikan.