Atrofi serebral adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya sel-sel otak dan penurunan volume otak akibat berbagai penyebab. Harapan hidup pasien dengan atrofi serebral secara langsung terkait dengan kondisi pasien dan keadaan pribadi, dengan onset paruh baya yang lebih umum dan perkembangan atrofi serebral yang lambat tidak memiliki penurunan harapan hidup yang signifikan dibandingkan dengan orang normal. Harapan hidup pasien dengan atrofi serebral tergantung pada sejumlah faktor, termasuk penyebab penyakit, usia onset, tingkat perkembangan, efektivitas pengobatan dan kondisi pasien itu sendiri. Pertama, penyebab atrofi serebral sangat kompleks, tetapi penyebab yang lebih umum adalah penyakit pembuluh darah otak yang disebabkan oleh hipertensi dan hiperlipidemia, dan atrofi jaringan otak akibat iskemia kronis jangka panjang. Namun demikian, jika pasien menderita nekrosis jaringan otak dan atrofi akibat tumor otak atau keracunan, penyakit ini berkembang pesat dan pasien pada akhirnya akan meninggal dunia akibat hilangnya fungsi otak secara bertahap. Kedua, responsifitas pasien dengan atrofi otak terhadap pengobatan juga terkait dengan harapan hidup pasien. Pasien yang kehilangan memori dan tidak responsif dapat memperbaiki gejala mereka dengan penambahan stimulan metabolisme otak dan obat-obatan untuk meningkatkan fungsi kognitif, yaitu pasien yang merespons pengobatan dengan lebih baik akan hidup lebih lama daripada mereka yang merespons pengobatan dengan buruk. Selain itu, pasien dengan atrofi serebral yang dapat mempertahankan kemampuan mereka untuk hidup, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, meningkatkan rehabilitasi dan pelatihan, mempertahankan pola makan dan kebiasaan gaya hidup yang baik, serta memiliki kondisi pikiran yang baik, juga dapat memiliki dampak positif yang signifikan dalam memperpanjang harapan hidup mereka. Harapan hidup pasien dengan atrofi serebral tergantung pada penyebab penyakit, usia onset, tingkat perkembangan, efektivitas pengobatan dan kondisi pasien itu sendiri.