Apabila pasien mengalami mikrosefali, sering kali tidak dapat disembuhkan, meskipun ringan, dan bisa sulit disembuhkan. Atrofi serebelar adalah manifestasi pencitraan, bukan penyakit, dan dapat dilihat sebagai hasil pencitraan dari berbagai penyakit, baik yang turun-temurun maupun yang akut, dan merupakan hasil dari lesi organik di jaringan otak itu sendiri yang menghasilkan atrofi serebelar karena berbagai alasan. Hal ini hanya dapat dikendalikan untuk memperlambat laju mikrosefali, tetapi tidak untuk menyembuhkannya. Pencegahan dan pengobatan aktif penyakit serebrovaskular dapat memiliki efek pencegahan pada mikrosefali: 1. Pemeriksaan medis secara teratur: deteksi tepat waktu infark serebral dan stenosis serebrovaskular dapat mencegah terjadinya mikrosefali; 2. Pengobatan aktif penyakit yang mendasari: pengobatan aktif hipertensi, diabetes, hiperlipidemia dan penyakit lainnya dapat mencegah perkembangan penyakit yang serius menyebabkan iskemia dan hipoksia di otak, yang mengarah ke mikrosefali; 3. Pelatihan rehabilitasi: orang tua dapat melakukan Beberapa program pelatihan rehabilitasi dapat memperbaiki mikrosefali yang sudah muncul, seperti rehabilitasi melalui latihan pernapasan dan bahasa, dan rehabilitasi motorik melalui pelatihan keseimbangan dan pelatihan gaya berjalan; 4. Menjaga kebiasaan hidup sehat: kebiasaan hidup yang baik, tidak menyalahgunakan alkohol, dan tidak merokok dapat mengurangi risiko mikrosefali secara umum.