Bagaimana cara memperlambat ketulian yang berkaitan dengan usia?

  Hingga saat ini, tidak ada metode pasti yang dapat digunakan untuk membalikkan perkembangan penuaan pendengaran. Namun, ini tidak berarti bahwa ketulian terkait usia tidak dapat dicegah. Jika orang lanjut usia dapat memperhatikan perawatan kesehatan preventif dalam kehidupan sehari-hari, mereka dapat sangat memperlambat proses penuaan pendengaran.  Orang tua harus memberi perhatian khusus pada nutrisi dan suplemen seng, zat besi, kalsium dan elemen jejak lainnya, terutama seng, yang memiliki efek signifikan pada pencegahan tuli pikun. Menurut survei yang dilakukan di Amerika Serikat, sekitar 1/3 orang dengan tuli pikun yang mengonsumsi suplemen seng selama lebih dari setengah tahun mengalami berbagai tingkat perbaikan dalam gejala mereka. Makanan yang kaya akan seng, seperti ikan laut dan kerang, baik untuk pencegahan tuli terkait usia. Anda juga dapat memilih untuk mengonsumsi beberapa suplemen kesehatan yang kaya akan multivitamin dan elemen jejak, seperti Jin Shier Kang, Sun Cun, dll.  2. Menjaga kestabilan emosi Lansia memiliki elastisitas pembuluh darah yang buruk, sehingga agitasi emosional dapat dengan mudah menyebabkan vasospasme di telinga, dan jika disertai dengan viskositas darah yang tinggi, maka akan memperparah iskemia dan hipoksia di telinga bagian dalam dan akhirnya menyebabkan gangguan pendengaran. Kita dapat menggunakan obat Ginkgo biloba dan obat Salvia officinalis untuk meningkatkan sirkulasi mikro dan mencapai tujuan perawatan kesehatan dan pengobatan.  Hindari bekerja dan tinggal di tempat yang bising untuk waktu yang lama. Di antara pasien lansia tuna rungu, terdapat lebih banyak penduduk perkotaan daripada penduduk pedesaan, yang mungkin terkait dengan lingkungan perkotaan yang bising, dan kejadiannya juga lebih tinggi di antara lansia yang tinggal dan bekerja di lingkungan yang bising dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang lanjut usia harus berusaha menghindari stimulasi kebisingan jangka panjang, dan ketika mereka menghadapi kebisingan yang tiba-tiba (seperti petasan), mereka harus menjauh darinya sesegera mungkin untuk mengurangi dampak dan kerusakan kebisingan pada kedua telinga.  3. Berhenti merokok dan alkohol Nikotin dan alkohol dapat secara langsung merusak saraf pendengaran. Merokok berat dan konsumsi alkohol dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, yang mengakibatkan suplai darah ke telinga bagian dalam tidak mencukupi dan memengaruhi pendengaran. Oleh karena itu, orang lanjut usia harus berhenti merokok dan minum.  4. Memperkuat latihan fisik Aktivitas fisik dapat meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, dan suplai darah ke telinga bagian dalam juga akan ditingkatkan. Program latihan dapat dipilih sesuai dengan kondisi fisik tertentu, seperti berjalan kaki, jogging, tai chi, dll., Tetapi harus dipatuhi.