Atrofi otot lubang harimau terutama terlihat sebagai akibat dari penyakit neuron motorik, penyakit tulang belakang leher dan penyakit otot, sebagai berikut: Pertama, penyakit neuron motorik: pasien harus ditanya apakah atrofi otot lubang harimau bersifat unilateral atau bilateral, apakah disertai dengan kelemahan otot tangan, dan apakah onsetnya akut atau kronis. Pasien harus dipertimbangkan untuk kemungkinan penyakit neuron motorik dan harus menjalani pencitraan resonansi magnetik kranial dan tusukan lumbal, serta elektromiografi. Kedua, penyakit tulang belakang leher: atrofi otot-otot mulut harimau, pasien harus ditanyai apakah ada riwayat penyakit tulang belakang leher, apakah atrofi otot-otot lengan atas ada di satu atau kedua tangan, dan MRI tulang belakang leher harus dilakukan untuk mengetahui apakah ada diskus serviks hernia atau beberapa lesi yang menempati tulang belakang leher. Ketiga, penyakit otot: untuk atrofi otot harimau, pasien harus ditanya apakah itu unilateral atau bilateral, apakah ada nyeri otot, kehilangan kekuatan dan demam, dll. Juga perlu dipertimbangkan apakah ada penyakit otot, dan elektromiografi dan tes enzim otot harus dilakukan untuk mengklarifikasi.