Atrofi otot betis adalah berkurangnya otot rangka yang menyebabkan anggota tubuh tidak terkoordinasi, sering jatuh dan gaya berjalan goyah, yang memengaruhi kualitas hidup pasien. Gejala pasien harus diperbaiki dengan diet dan olahraga. 1. Menjaga suasana hati yang bahagia, yang dapat mengurangi tekanan psikologis pasien dan menghindari kecemasan pasien. Juga memastikan diet tinggi protein dan tinggi nutrisi. 2. Lakukan latihan rehabilitasi standar. Dalam proses penempaan, latihan harus dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa otot-otot bisa mendapatkan istirahat yang cukup setelah kelelahan. Setelah periode adaptasi, secara bertahap tingkatkan intensitas latihan dan waktu latihan, sehingga otot-otot sepenuhnya ditempa. Selama periode latihan, yang terbaik adalah memiliki bimbingan profesional untuk menghindari cara penempaan yang salah dan kerusakan lebih lanjut pada otot. 3, menekankan pelatihan koordinasi otot, koordinasi sangat penting bagi manusia, jika kita ingin melatih koordinasi bisa melalui beberapa metode sederhana, seperti: one foot stand; shuttlecock; lompat tali, dll. Namun demikian, harus berhati-hati agar tidak terlalu banyak melatih otot untuk menghindari efek negatif pada otot. Secara keseluruhan, atrofi otot betis harus fokus pada ilmu latihan saat menempa otot dan tidak boleh dilakukan secara membabi buta, sebaiknya di bawah bimbingan spesialis rehabilitasi.