Cara termudah untuk membuat diagnosis awal dan skrining penyakit prostat adalah dengan melakukan pemeriksaan jari transanal pada kelenjar prostat untuk memeriksa ukuran, bentuk, serta adanya tekanan dan nyeri. Dapat juga dilakukan pemijatan pada kelenjar prostat dan memeriksa cairan prostat untuk mengetahui perubahan karakter dan komposisi. Ultrasonografi adalah metode umum untuk memeriksa prostat, dengan probe abdomen transrektal dan suprapubik yang dapat memberikan pengukuran prostat yang akurat dengan kesalahan tidak lebih dari 5%. Metode ini mudah, non-invasif, tidak menyakitkan dan cepat. Sinar-X sangat bermanfaat dalam diagnosis penyakit prostat. Sebagai contoh, film polos dapat digunakan untuk mendeteksi kalsifikasi atau pembentukan batu pada prostat. Pemeriksaan CT juga penting untuk diagnosis banding penyakit prostat. Biopsi aspirasi prostat berguna untuk menentukan sifat massa prostat dan dapat sangat membantu dalam mengidentifikasi histotipe dan ciri-ciri sitologi tumor prostat. Biopsi ini dapat dilakukan dengan biopsi aspirasi jarum transrektal atau biopsi tusukan perineum, yang agak menyakitkan dan invasif, tetapi sangat diperlukan. Selain itu, pemeriksaan urodinamik pada saluran kemih bagian bawah dapat sangat membantu dalam mendiagnosis hiperplasia prostat. Sistoskopi memberikan visualisasi langsung dari uretra posterior, tuberositas seminiferus dan hiperplasia pada lobus tengah dan lateral prostat, yang juga penting dalam mendiagnosis penyakit prostat.