I. Demam musim panas
Penyebab
Demam musim panas juga dikenal sebagai demam musim panas. Timbulnya penyakit ini sebagian besar dimulai pada bulan-bulan musim panas yang terik dan terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, terutama pada bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun.
Gejala khas
Heat stroke ditandai dengan kemerahan, kulit terbakar, jantung berdebar-debar, dada sesak, suhu tubuh meningkat, keringat yang banyak dan denyut nadi yang cepat. Pada kasus heat stroke yang parah, terdapat juga gejala seperti koma, kram, hipertermia dan syok.
Diferensiasi
Demam adalah gejala yang paling umum dan durasi demam heat stroke biasanya lama, sering berlangsung sekitar 1-3 bulan. Demam tinggi mendominasi, dengan sebagian besar anak antara 38-40°C, dan tidak mereda secara terus-menerus. Semakin panas iklimnya, semakin tinggi suhu tubuh. Jika demam berkepanjangan, juga terdapat tanda-tanda pucat, kurus kering, mudah tersinggung dan banyak menangis.
Pengobatan
Perawatan dan perawatan demam tinggi sangat penting untuk bayi dengan demam musim panas dan orang tua harus mengikuti poin-poin berikut.
1. Perhatikan hidrasi yang banyak. Tergantung pada kondisinya, berikan makanan cair atau semi-cair yang bergizi dan mudah dicerna sesuai kebutuhan untuk mengisi kembali air yang hilang akibat demam dan untuk memfasilitasi ekskresi racun.
2. Sesuaikan suhu ruangan hingga sekitar 26°C, kurangi pakaian atau penutup, dan pastikan bahwa anak disimpan di lingkungan yang sejuk dan berventilasi.
3. Minimalkan aktivitas anak dan istirahat di tempat tidur, karena demam meningkatkan metabolisme, konsumsi dan makan serta kelemahan.
4. Ajarkan anak Anda untuk menghindari panasnya hari dan mengambil tindakan pencegahan seperti perlindungan dan pendinginan matahari. Selain itu, Anda dapat memberikan obat antipiretik yang aman dan efektif untuk bayi dan anak-anak ketika ada gejala demam tinggi. Misalnya, tetes suspensi ibuprofen Merlin untuk bayi dan anak-anak berusia 0,5 hingga 3 tahun.
Penyakit AC
Penyebab
Kulit anak-anak tipis dan lembut, dengan sedikit lemak subkutan, kapiler yang kaya, dan pusat termoregulasi yang belum berkembang. Jika AC tidak digunakan dengan benar, bayi akan terserang udara dingin, kapiler akan menyusut, pori-pori akan tertutup, dan panas dalam tubuh tidak akan terdistribusi, yang akan dengan mudah membuat pusat termoregulasi dan pusat sirkulasi darah kehilangan keseimbangan dan menyebabkan kedinginan dan demam.
Gejala khas
Demam adalah gejala yang paling umum dari penyakit AC. Bila demamnya parah, anak mungkin mengalami demam tinggi yang tidak mereda, atau bahkan kejang demam.
Prinsip-prinsip pengobatan
Bila rumah jauh dari rumah sakit dan transportasi sulit, suhu bayi dapat terus meningkat selama perjalanan atau saat menunggu di departemen A&E yang sibuk. Dalam kasus seperti itu, para ibu dan ayah tidak perlu terlalu panik dan bisa melakukan perawatan darurat berikut ini di rumah.
1. Bila anak Anda demam, minumlah obat antipiretik yang aman dan efektif seperti Tylenol atau Merlin.
2. Selain itu, berikan anak Anda banyak air putih, air garam dan buah, terutama semangka, yang menghidrasi, kaya gula dan vitamin, dan juga memiliki efek meredakan demam.
Tindakan pencegahan
Pendingin udara dapat dihindari jika prinsip-prinsip berikut ini diperhatikan ketika menggunakan pendingin udara di musim panas
1. Jaga agar bayi Anda tetap hangat: Ukur suhu tubuh bayi Anda setidaknya sekali sehari. Ketika memasuki atau meninggalkan ruangan ber-AC, selalu tambahkan atau lepaskan pakaian untuk bayi Anda. Ketika tidur di malam hari, tutupi bayi Anda dengan selimut tipis atau selimut handuk, terutama untuk menutupi perut bayi.
2. Jaga agar udara tetap mengalir dan suhunya sesuai: perhatikan agar udara tetap mengalir di dalam ruangan. Ventilasi ruangan secara teratur, setidaknya sekali di pagi hari dan sekali di malam hari, selama 10-20 menit setiap kali. Jangan mengarahkan outlet AC ke arah bayi. Suhu AC tidak boleh diatur terlalu rendah, dengan suhu ruangan 26°C. Perbedaan antara suhu di dalam dan di luar ruangan tidak boleh terlalu besar, dengan suhu di dalam ruangan 3°C hingga 5°C lebih rendah daripada suhu di luar ruangan.
3, aktivitas luar ruangan yang sesuai: jangan biarkan bayi Anda tinggal di ruangan ber-AC sepanjang hari, setiap pagi dan senja ketika suhu luar ruangan rendah, yang terbaik adalah membawa anak Anda ke aktivitas luar ruangan, sehingga bayi Anda dapat menghirup udara segar, berjemur, untuk memperkuat kemampuan tubuh untuk beradaptasi.