Demam adalah gejala yang paling umum pada anak-anak, dan bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, atau bahkan penyakit non-infeksi. Orang tua tidak perlu terlalu cemas ketika anak mulai demam, karena ini berarti anak secara aktif berjuang melawan ‘penyakit’ dan demam paling sering disebabkan oleh virus. Jika demam disertai dengan penurunan status mental dan nafsu makan yang signifikan, tes darah rutin dan protein C-reaktif harus dilakukan untuk menentukan apakah ada infeksi bakteri, dan jika demikian, antibiotik harus diberikan. Jika anak mengalami demam, kurangi demam secara agresif dengan antipiretik oral, pendinginan fisik (kompres es, mandi) dan minum banyak cairan sampai fase akut demam berlalu. Jika tidak ada perbaikan suhu selama 3 hari (suhu harian maksimum turun dan jumlah demam menurun) dan ada penurunan kondisi mental dan nafsu makan secara keseluruhan, carilah bantuan medis. Kesalahpahaman orang tua: Anak-anak yang demam bisa terkena penyakit bodoh, pneumonia, atau yang lainnya. Demam adalah akibat dari penyakit, bukan penyebabnya, kecuali kejang demam, yang disebabkan oleh suhu tubuh yang tinggi. Demam tidak akan membuat seorang anak menjadi bodoh, kecuali jika anak tersebut memiliki penyakit yang dapat menyebabkan penyakit mental, seperti ensefalitis, karena anak-anak dengan ensefalitis juga mengalami demam. Jika Anda mengalami demam berulang yang tidak terkendali, datanglah ke rumah sakit dan biarkan dokter Anda mendiagnosis penyakitnya, jangan menunda di rumah dan jangan terlalu cemas.