Dua tahun pertama setelah operasi kanker payudara adalah periode kritis, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan lanjutan secara teratur setiap tiga bulan. Pemeriksaan meliputi tes darah rutin, biokimia, penanda tumor darah, elektrokardiogram, USG jantung, USG kelenjar getah bening di leher, CT dada, CT perut bagian atas, dll. Jika lesi kanker payudara besar dan ada lebih banyak metastasis kelenjar getah bening, pemindaian tulang dan MRI kepala harus digunakan untuk mengamati apakah ada metastasis di otak dan tulang, dll. Selain itu, pemeriksaan fisik harus dilakukan untuk membantu dokter menentukan kondisi pasien dengan lebih baik, seperti palpasi dada, perut dan tulang belakang, serta auskultasi paru-paru untuk menentukan adanya massa abnormal dan suara patologis.