Bagaimana operasi konservasi payudara kanker payudara dilakukan?

  Kanker payudara adalah salah satu tumor ganas yang paling umum di kalangan wanita di dunia saat ini. Di Tiongkok, insiden kanker payudara juga meningkat dari tahun ke tahun dan telah menjadi tumor ganas yang paling lazim pada wanita perkotaan, yang menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan wanita. Tujuan perawatan konservasi payudara adalah untuk mencapai tingkat kelangsungan hidup yang sama seperti operasi radikal dengan kualitas hidup dan hasil kosmetik yang baik melalui operasi konservasi payudara dan perawatan pasca operasi yang komprehensif. Di beberapa negara maju di Barat, operasi konservasi payudara telah menjadi pilihan yang semakin populer. Di Eropa dan Amerika Serikat, proporsi pasien kanker payudara yang menjalani operasi konservasi payudara lebih dari 50%; di Jepang, Taiwan dan Hong Kong, proporsi operasi konservasi payudara sekitar 35% hingga 40%; di Singapura, proporsi operasi konservasi payudara sekitar 70%. Namun, di daratan Tiongkok, proporsi operasi konservasi payudara masih sangat rendah, dan alasan utamanya adalah: 1. deteksi penyakit yang terlambat: sistem pemeriksaan medis tidak sempurna, dan kanker payudara terdeteksi pada stadium lanjut.  Bedah konservasi payudara biasanya memerlukan terapi radiasi dan tindak lanjut yang ketat, yang lebih mahal. Beberapa dokter di daerah terpencil tidak cukup tahu tentang operasi konservasi payudara, atau rumah sakit tidak memiliki fasilitas radioterapi, dll.  3. Kurangnya pendidikan ilmiah: Banyak pasien tidak cukup tahu tentang kanker payudara, dan lebih banyak dari mereka secara keliru percaya bahwa operasi konservasi payudara adalah “masalah kecantikan daripada kehidupan”. Selama 30 tahun terakhir, sejumlah besar penelitian kelompok klinis telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada perbedaan dalam tingkat kekambuhan dan kelangsungan hidup kanker payudara stadium awal yang diobati dengan operasi konservasi payudara ditambah radioterapi pasca-operasi dibandingkan dengan operasi radikal tradisional, dan bahwa kualitas hidup lebih tinggi. Dengan berkembangnya teknik diagnostik dan meningkatnya pasien stadium awal, bedah konservasi payudara telah menjadi modalitas penting dalam manajemen bedah kanker payudara.