Apakah program terapi nutrisi ajuvan untuk kanker efektif?

  Uji klinis ini melibatkan 32 pasien berusia 32-81 tahun dengan kanker payudara khas ‘risiko tinggi’ yang tumornya telah bermetastasis ke kelenjar getah bening aksila.  Mereka ditindaklanjuti selama 18 bulan sesuai dengan Terapi Nutrisi Adjuvant untuk Kanker (program ANICA). Menurut peraturan Denmark, terapi nutrisi digunakan sebagai terapi pelengkap untuk pembedahan dan perawatan obat. Para pasien diberikan campuran antioksidan nutrisi (vitamin C 2850 mg; vitamin E 2500 iu; beta-karoten 32,5 iu; selenium 387 μg dan vitamin dan mineral sekunder), asam lemak esensial (1,2 g asam linolenat dan 3,5 g asam lemak n-3) dan koenzim Q10 (90 mg per hari) Program ANICA didasarkan pada prinsip bahwa berbagai jenis suplemen nutrisi ini efek sinergis, karena kanker dapat dikaitkan dengan disfungsi biokimia dan kekurangan vitamin. Zat-zat ini sering tidak memadai atau efektif bila digunakan sendiri dalam pengobatan kanker, termasuk koenzim Q10. Pengamatan dalam uji coba ini adalah indikator biokimia, status fisik klinis, metastasis kanker, kualitas hidup dan kelangsungan hidup. Kepatuhan pasien dalam uji coba ini baik.  Temuan utama adalah: 1) tidak ada pasien yang meninggal selama masa studi (jumlah kematian yang diharapkan adalah 4); 2) tidak ada pasien yang menunjukkan metastasis kanker lebih lanjut; 3) kualitas hidup pasien membaik (tidak ada penurunan berat badan dan berkurangnya penggunaan obat penghilang rasa sakit); 4) 6 pasien menunjukkan remisi parsial yang signifikan dari penyakit ini.