Pertimbangan Rehabilitasi Harian untuk Diskus Lumbal Hernia

Sebagian besar pasien herniasi lumbal adalah orang dewasa muda yang berusia antara 20-40 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan perubahan gaya hidup yang beragam, pasien menunjukkan tren yang meningkat, yang secara serius mempengaruhi pekerjaan normal dan kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun pengobatan atau pembedahan diperlukan untuk mengobati penyakit ini, perawatan biasa bahkan lebih penting. Berikut ini adalah pengenalan komprehensif tentang beberapa tindakan pencegahan rehabilitasi harian, yang diharapkan dapat membantu Anda memulihkan kesehatan Anda sesegera mungkin: 1. Pengaturan Pola Makan Pasien dengan herniasi lumbal harus mengurangi sejumlah aktivitas karena penyakit mereka, sehingga asupan makanan mereka harus dikurangi dengan tepat, dan gerakan peristaltik gastrointestinal mereka melambat, dan fungsi pencernaan mereka berkurang, sehingga mereka harus membuat pengaturan yang wajar untuk diet mereka dan memperhatikan untuk makan lebih sedikit. Makan lebih banyak, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan dan kacang-kacangan, makan lebih banyak makanan dengan kandungan kalsium tinggi, seperti susu, produk susu, udang, rumput laut, pasta wijen, produk kedelai, dll., Yang kondusif untuk suplementasi kalsium, tetapi tulang belakang lumbal telah menumbuhkan taji tulang (osteofit) pada pasien tidak boleh mengonsumsi terlalu banyak kalsium. Kurangi makan daging dan makanan yang mengandung lemak tinggi, karena mudah menyebabkan tinja kering dan memperparah kondisi dengan mengejan saat buang air besar. 2, pengaturan hidup Postur berdiri yang benar harus dua mata rata, dada, pinggang lurus, dua kaki tegak, jarak dua kaki hampir sama dengan lebar panggul, sehingga gravitasi seluruh tubuh seragam dari tulang belakang, panggul ke tungkai bawah, dan kemudian oleh dua tungkai bawah ke kaki, untuk menjadi “kaki di tanah” yang nyata, secara efektif dapat mencegah medula menonjol lagi. Berdiri tidak boleh terlalu lama, harus sesuai untuk aktivitas in-situ, terutama aktivitas punggung bawah, untuk melepaskan kelelahan otot punggung bawah. Sikap duduk yang benar adalah tubuh bagian atas lurus, perut, lutut menyatu, jika memungkinkan, di kaki di bawah alas kaki atau sanggurdi, sehingga sendi lutut sedikit lebih tinggi dari pinggul. Setelah duduk dalam waktu lama juga harus aktif, mengendurkan otot-otot tungkai bawah. Biasanya kehidupan kerja harus merupakan kombinasi antara kerja dan istirahat, perhatikan postur tubuh yang benar, hindari membungkuk untuk mengangkat benda berat.