Gejala artralgia HIV adalah nyeri sendi umum, terutama pada sendi lutut dan siku. Biasanya tidak ada kerusakan sendi organik, kemerahan atau pembengkakan sendi, dan biasanya muncul 2 minggu setelah pasien terinfeksi HIV. Namun, seringkali pada awal infeksi HIV, pasien tidak merasakan gejala abnormal yang jelas, dan demam, mual dan nyeri sendi baru akan muncul 2-3 minggu kemudian. Beberapa pasien yang sensitif terhadap rasa sakit mungkin mengalami intoleransi. Langkah-langkah berikut ini dapat diambil untuk meringankan ketidaknyamanan: 1. Obat-obatan: Untuk pasien dengan HIV yang mengalami intoleransi terhadap nyeri sendi, obat antiinflamasi oral dapat digunakan di bawah nasihat medis atau krim penghilang rasa sakit dapat dioleskan pada persendian yang nyeri untuk menghilangkan rasa sakit. 2. Diet dan olahraga: Lengkapi nutrisi melalui diet dan aktiflah dalam berolahraga. Untuk pasien AIDS yang sakitnya ada tetapi tidak jelas, mereka dapat makan makanan yang kaya nutrisi yang sesuai. Selain itu, Anda juga dapat berolahraga untuk memperkuat tubuh Anda dan mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh infeksi HIV. Bagi mereka yang memiliki sedikit atau tidak ada rasa sakit pada persendian mereka, penting untuk tidak ceroboh karena gejalanya tidak jelas dan untuk mengambil tindakan pencegahan agar tidak menularkan HIV kepada orang lain. Penting untuk mempertahankan sikap optimis dan positif terhadap kondisi Anda, yang akan membantu meringankan penyakit.