Kurang tidur atau terlalu banyak tidur dapat menyebabkan radang usus. Banyak orang merasa lelah dan mengantuk di akhir musim semi dan awal musim panas, tetapi sebuah studi baru-baru ini di AS menunjukkan bahwa jika Anda tidak tidur, Anda juga bisa “tidur” radang usus! Apa yang terjadi? Apa pendapat para pakar proktologi nasional? Studi ini menemukan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko kolitis dan kualitas tidur mempengaruhi perkembangan penyakit radang usus. Subjek dalam penelitian ini berasal dari Program Penelitian Kesehatan Perawat (NHS) di AS, dan para peneliti melakukan kuesioner dua tahunan yang terperinci dan tindak lanjut dari subjek, dan menganalisis mereka yang kemudian didiagnosis dengan kolitis ulseratif (UC). Hasilnya ditemukan 230 kasus UC pada 151.871 wanita. wanita yang tidur <6 jam atau >9 jam sehari berisiko lebih tinggi terkena UC dibandingkan dengan wanita yang biasanya tidur 7-8 jam sehari. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur keduanya mempengaruhi saluran usus “Banyak pasien dengan radang usus tidak tidur dalam jumlah waktu yang wajar”, kata Dr. Yang Xu dari Departemen Pengobatan Anorektal di Rumah Sakit Pengobatan Integratif Nanjing dalam sebuah wawancara. Misalnya, orang yang tidur kurang dari 6 jam umumnya termasuk orang yang suka begadang, dan orang tipe ini akan terlalu lama bekerja keras yang menyebabkan kelelahan yang berlebihan, yang tidak hanya akan membuat Resistensi saluran usus menurun, tetapi juga melemahkan pertahanan mukosa usus, yang dapat dengan mudah menyebabkan kurangnya suplai darah ke usus, membuat fungsi sekresi tidak berfungsi dan mempengaruhi kesehatan usus. Tidur tepat waktu adalah salah satu cara terbaik untuk mendetoksifikasi tubuh, namun begadang dapat menyebabkan detoksifikasi tidak berlangsung dengan baik. Dalam jangka panjang, racun akan berangsur-angsur terakumulasi di dalam tubuh dan siklusnya akan terus berlanjut, melemahkan fungsi metabolisme tubuh dan mengembangbiakkan virus yang dapat menginduksi sel kanker. Kanker usus mungkin juga merupakan hasil dari siklus yang beroperasi di bawah larut malam yang berkepanjangan. Pada umumnya, di pagi hari, makanan dari makan malam pada dasarnya telah dicerna dan lambung serta usus akan berkontraksi karena lapar. Orang yang suka tidur umumnya tidur lebih dari delapan atau sembilan jam, orang-orang ini lebih suka kelaparan daripada bangun pagi untuk sarapan, lama kelamaan, rentan terhadap penyakit usus kronis dan sebagainya. Saluran usus adalah lingkungan mikro-ekologi terbesar dalam tubuh manusia, dan operasi normalnya terkait erat dengan kesehatan manusia. Oleh karena itu, belajar untuk menjaga kesehatan saluran usus adalah suatu keharusan. Kemarin, ia memperkenalkan empat aturan untuk memelihara saluran pencernaan, yang mungkin ingin Anda catat. Menjaga pola makan yang seimbang. Yang paling penting adalah mengonsumsi makanan yang kaya serat makanan seperti talas, kentang, dan ubi jalar, yang tidak hanya meningkatkan gerak peristaltik usus dan mempercepat pembuangan kotoran, tetapi juga menghambat aktivitas bakteri berbahaya di usus, yang kondusif bagi stabilitas lingkungan mikro-ekologi di usus. Biasakan untuk buang air besar setiap hari untuk menghindari sembelit. Berhati-hatilah untuk minum lebih banyak air dan makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, terutama yang berserat tinggi seperti bayam, seledri, asparagus, kurma, pisang dan apel. Serat makanan sangat mudah menyerap dan dapat membuat feses lebih mudah terbentuk dan meningkatkan motilitas gastrointestinal. Latihan fisik yang tepat. Mengikuti latihan fisik dalam jumlah sedang dapat membantu meningkatkan pergerakan usus untuk mempercepat buang air besar dan mencegah penuaan usus. Mengurangi emosi yang merugikan. Suasana hati yang buruk seperti kecemasan dan depresi juga dapat menekan saluran pencernaan. Ketika Anda marah, hal ini dapat menyebabkan pencernaan yang buruk dengan mengurangi aliran darah ke saluran pencernaan dan memperlambat sekresi asam dan gerak peristaltik pencernaan. Oleh karena itu, mengurangi suasana hati yang buruk juga merupakan bagian penting dari kesehatan pencernaan.