Sebagai obat herbal tradisional Tiongkok, banyak orang hanya memiliki pemahaman setengah-setengah tentang sifatnya. Mereka tahu bahwa Tong Cao memiliki efek meningkatkan aliran Qi dan menurunkan ASI, dan merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatur gejala ASI yang buruk dan volume ASI yang rendah setelah melahirkan. Namun, tidak semua wanita pascakelahiran cocok untuk mengonsumsi Tong Cao, karena rasanya yang manis dan dingin, dan harus dikonsumsi dengan hati-hati oleh mereka yang kekurangan Qi dan Yin serta tidak memiliki kelembapan dan panas internal. Ini memiliki efek diuretik dan dapat dengan mudah meningkatkan beban pada ginjal setelah melahirkan, yang tidak kondusif untuk kesehatan ginjal dan kardiovaskular serta pemulihan pascakelahiran. Oleh karena itu, mengkonsumsi Tong Cao sesuka hati sangat berisiko, dan saran dari dokter diperlukan untuk penggunaannya. Studi farmakologi modern telah menunjukkan bahwa Tongcao dapat secara signifikan meningkatkan jumlah kalium yang dikeluarkan dalam urin dan memiliki efek diuretik dan pencahar. Polisakarida yang terkandung dalam ramuan Tongkat memiliki efek imunomodulator dan antioksidan dan dapat meningkatkan metabolisme lemak di hati dan jaringan lain, yang memiliki efek hipolipidemik. Laktosa yang terkandung dalam ramuan Tongkat mempertahankan jumlah flora usus yang tepat dan meningkatkan penyerapan kalsium. Selain itu, Tong Cao memiliki efek anti-inflamasi dan antipiretik serta dapat mengobati sistitis akut dan uretritis. Sebagai ramuan tradisional Tiongkok, Tong Cao memiliki komposisi yang kompleks dan digunakan secara luas. Namun, karena efek farmakologis dan toksikologis yang beragam dan fakta bahwa tidak ada sistem yang baik untuk mengidentifikasi keaslian Tong Cao, disarankan untuk membeli dan menggunakannya di bawah bimbingan dokter.