Apa penyebab trombosis serebral?

  Penyebab utama trombosis serebral diduga terkait dengan hipertensi, hiperlipidaemia, diabetes, obesitas, usia lanjut dan faktor genetik.  Penderita hipertensi, yang seharusnya menjadi yang paling umum dalam praktik klinis, dan kerusakan yang ditimbulkannya pada pembuluh darah otak juga sangat banyak. Hipertensi sering menyebabkan kerusakan endotel dan kerusakan serat elastis pembuluh darah, yang mengakibatkan pembentukan gumpalan darah di dinding pembuluh darah. Hiperlipidaemia sering kali dapat menyebabkan pembentukan plak di dinding pembuluh darah, dan pelepasan plak yang tidak stabil juga dapat menyebabkan pembentukan trombosis serebral. Kerusakan yang disebabkan oleh diabetes pada pembuluh darah otak, terutama dengan mempercepat pengerasan pembuluh darah, seharusnya menjadi yang paling serius. Usia lanjut itu sendiri meningkatkan aterosklerosis, yang selanjutnya dapat memperburuk sklerosis vaskular serebral dan menjadi predisposisi penyakit serebrovaskular. Faktor genetik tercermin dalam terjadinya penyakit serebrovaskular yang menunjukkan karakteristik familial.  Oleh karena itu, mengendalikan tekanan darah, gula darah dan lipid darah pasien harus menjadi cara yang paling penting dan efektif untuk mencegah trombosis serebral. Pasien harus memiliki diet rendah garam, rendah lemak, dan rendah gula sebagai andalan, yang seharusnya merupakan bentuk pencegahan yang paling langsung. Menstabilkan emosi dapat mencegah kejang pembuluh darah otak. Pasien harus secara teratur ditinjau untuk mengetahui perubahan tekanan darah, glukosa darah dan lipid, dan jika gejala penyakit serebrovaskular muncul, mereka harus segera diperiksa dan diobati oleh ahli saraf.