Gagasan bahwa infark serebral dapat dicegah dengan menangani stenosis atau oklusi arteri karotis berasal dari pemahaman tentang penyebab infark serebral. Sebagian besar infark serebral disebabkan oleh penyempitan atau oklusi arteri karotis.
Jika Anda telah mencapai usia 50 tahun, jagalah arteri karotis Anda. Hal ini karena plak yang mengeras di arteri karotis dapat menyebabkan infark serebral, dan oklusi arteri karotis dapat menyebabkan infark serebral akibat pengurangan aliran darah ke otak secara signifikan. Baru-baru ini telah ada konsensus akademis bahwa infark serebral dapat dicegah dengan operasi atau intervensi. Perawatan bedah dan intervensi stenosis karotis telah menjadi teknik yang aman dan andal. Gejala stenosis karotis: Episode iskemia serebral sementara (termasuk pusing dan kegelapan di depan mata), adalah gejala yang paling umum. Pernah mengalami infark serebral adalah indikasi terkuat dari aterosklerosis karotis. Pasien yang sudah pernah mengalami infark serebral memiliki indikasi yang lebih kuat untuk pembedahan. Pasien dengan hemiplegia juga tidak dikontraindikasikan untuk pembedahan, dan aktivitas fisik akan membaik setelah pembedahan asalkan ada lesi karotis yang dapat diperbaiki. Studi oleh dua institusi akademis paling bergengsi di Amerika Serikat dan Eropa telah mengkonfirmasi bahwa stenosis arteri karotis 50% atau lebih memerlukan operasi pengangkatan endotelium trombotik atau stenting arteri karotis. Apa yang harus saya lakukan jika saya mencurigai adanya stenosis karotis? Temui dokter bedah vaskular untuk pemeriksaan ultrasonografi arteri karotis. Ini adalah tes sederhana dan andal yang dapat mengidentifikasi kelainan karotis. Apa yang harus saya lakukan jika saya menemukan stenosis arteri karotis? Jika tidak diperlukan pembedahan, hal-hal berikut ini harus diperhatikan: 1. Temui dokter bedah vaskular dan lakukan pembedahan jika diindikasikan. 2. Hindari tekanan pada leher dan kekuatan eksternal lainnya. Hindari memutar leher secara tiba-tiba. 3. Makan makanan rendah lemak dan mengontrol lemak darah. 4. Mengontrol tekanan darah. 5. Cari pertolongan medis kapan saja ada pusing atau kegelapan di depan mata. 6. Minum tablet enterik aspirin melalui mulut.