Asma tidak jarang terjadi pada orang-orang di sekitar kita. Namun, “mengi yang diusahakan” belum tentu asma. Misalnya, bronkitis kronis, emfisema, penyakit jantung, dll., pada suatu saat dalam perjalanan penyakit ini dapat muncul “mengi yang diusahakan”. Asma adalah penyakit peradangan kronis pada saluran napas yang melibatkan berbagai sel, termasuk sel inflamasi dan sel struktural (misalnya, eosinofil, sel mast, limfosit T, neutrofil, sel otot polos, sel epitel saluran napas, dan lain-lain) dan komponen seluler (elemen seluler). Peradangan kronis ini menyebabkan hiperresponsif saluran napas, biasanya dengan keterbatasan aliran udara yang meluas dan dapat berubah-ubah, serta menyebabkan episode mengi, sesak napas, sesak dada, atau batuk yang berulang, yang sering kambuh dan memburuk pada malam hari dan/atau pagi hari, dan dapat sembuh secara spontan atau dengan pengobatan pada sebagian besar pasien. Faktor risiko untuk pengembangan asma meliputi faktor inang (faktor genetik) dan faktor lingkungan. Asma adalah salah satu penyakit pernapasan kronis yang umum, dan dalam beberapa tahun terakhir prevalensinya meningkat secara global dari tahun ke tahun. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa diagnosis dan pengobatan terstandardisasi, terutama manajemen jangka panjang, berperan penting dalam meningkatkan kontrol asma dan kualitas hidup pasien.