Dapatkah usus buntu diobati tanpa pembedahan?

  Apendisitis adalah kondisi perut darurat pediatrik yang paling umum. Apendektomi tradisional melibatkan sayatan di perut kanan bawah anak, yang meninggalkan bekas luka bedah yang terlihat yang berlangsung seumur hidup dan dapat memiliki berbagai tingkat dampak pada kesehatan mental anak dan pengembangan karier di masa depan. Dengan kemajuan teknologi medis, laparoskopi usus buntu telah banyak dilakukan di dalam dan di luar negeri, dan dikenal sebagai “bedah invasif minimal” atau bedah “lubang kunci”. Apendektomi dapat dilakukan dengan tiga lubang kecil di perut seukuran kepala sumpit (5 mm).  Meskipun begitu, hal ini masih meninggalkan sedikit bekas pembedahan pada perut. Saat ini, kami telah mengembangkan apendektomi laparoskopi satu lubang berdasarkan ukuran kecil usus buntu pediatrik, yang umumnya dikenal sebagai apendektomi “tanpa sayatan”. Operasi ini sederhana, aman dan invasif minimal, dan membutuhkan waktu lebih sedikit daripada operasi usus buntu terbuka, sehingga mengurangi rasa sakit bagi anak dan pemulihan lebih cepat. Karena operasi dilakukan melalui “pusar”, tidak ada bekas luka pada dinding perut dan tidak ada jejak operasi yang terlihat, yang tidak mempengaruhi estetika perut pasien dan tidak meninggalkan bekas luka yang tidak sedap dipandang. Yang lebih penting lagi, hal ini bermanfaat bagi kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup anak.