Akhir-akhir ini, sering ada pasien yang datang dengan CT atau MRI dan bertanya: “Dokter, lihat lembar laporan saya, mengapa ada diskus intervertebralis yang “hernia” atau “menggembung”, ada apa ini? Pada saat ini, periksa pasien, tidak ada nyeri punggung, tidak ada nyeri kaki, tulang belakang lumbal terasa sedikit lelah, tulang belakang lumbal beraktivitas fleksi ke depan dan ekstensi ke belakang fleksi kiri dan kanan tanpa masalah, saat ini, katakan padanya, ini tidak perlu dikhawatirkan, ini adalah herniasi diskus lumbal, bukan herniasi diskus lumbal. Pada titik ini pasien merasa pusing, apa perbedaan antara keduanya? Saya akan menjelaskan perbedaannya di bawah ini. Gejala yang paling khas adalah nyeri yang menjalar di bawah betis, yaitu garis nyeri yang menjalar di bawah betis, mati rasa, dll. Jika gejala seperti itu terjadi, berarti ada kemungkinan diskus lumbal menekan akar saraf. Selain gejala saraf, ada juga kondisi di mana ada mati rasa di sekitar anus dan obstruksi usus, yang mengindikasikan bahwa tonjolan tersebut mungkin terlalu besar untuk menekan saraf cauda equina posterior, yang memerlukan pembedahan segera. Hanya ketika gejala-gejala ini muncul, barulah menjadi herniasi lumbal, dan barulah herniasi lumbal perlu diobati. Hernia diskus lumbal menurut statistik epidemiologi terjadi pada sekitar 50% orang yang berusia di atas 50 tahun, dan jumlah pasien herniasi diskus lumbal jauh lebih sedikit, sehingga tidak perlu khawatir berlebihan. Pada titik ini, orang lain mungkin bertanya: Jadi, apakah herniasi diskus saya akan berkembang lebih jauh menjadi herniasi diskus lumbal? Jawaban saya adalah bahwa hal ini mungkin saja terjadi, karena herniasi lumbal sering kali disebabkan oleh kekuatan yang tidak merata di sekitar lumbal. Hilangnya lekukan ke depan dari vertebra lumbal kita menyebabkan gaya yang tidak merata pada diskus lumbal, yang menyebabkan herniasi, yang dapat diperparah oleh trauma, seperti setelah memutar punggung, yang menyebabkan semakin parahnya herniasi dan kemungkinan kompresi saraf yang menyebabkan herniasi diskus lumbal, sehingga mengembalikan kelengkungan vertebra lumbal dan mengembalikan diskus lumbal ke kondisi tekanan yang merata adalah cara terbaik untuk mencegah herniasi diskus lumbal. Berikut ini adalah kombinasi sederhana dari metode gerakan dan statis untuk mengembalikan tulang belakang lumbal ke kondisi alami. Statis: Saat duduk di kursi, ambil handuk dan gulung menjadi gulungan handuk dan tempelkan di belakang tulang belakang lumbal untuk membentuk lengkungan ke depan. Bergerak: Berdiri tegak setelah duduk dalam waktu lama dan regangkan tulang belakang lumbal ke belakang sebanyak mungkin agar tulang belakang lumbal dapat membentuk kondisi ekstensi posterior yang ekstrim, yang merupakan cara terbaik untuk mengembalikan kelengkungan tulang belakang lumbal.