Apa yang terjadi pada neuropati diabetes?

Neuropati adalah komplikasi kronis diabetes yang umum terjadi, dan hampir 60-90% pasien dalam waktu 10 tahun setelah diagnosis diabetes dapat ditemukan memiliki berbagai tingkat neuropati melalui pemeriksaan neurologis yang mendetail. Neuropati diabetik dapat bersifat “misterius” karena gejalanya yang sangat banyak, misalnya, beberapa penderita diabetes merasakan mati rasa dan kesemutan pada tangan dan kaki, sementara yang lain selalu berkeringat pada separuh tubuhnya, dan gejala-gejala ini mungkin tampak tidak berhubungan, tetapi kunjungan ke rumah sakit dapat menunjukkan adanya kombinasi neuropati. Faktanya, berbagai gejala neuropati diabetik merupakan akibat dari kerusakan pada saraf fungsional yang berbeda. Neuropati diabetik dapat dibagi menjadi neuropati sensorik, neuropati motorik, dan neuropati otonom, dan neuropati yang berbeda ini dapat terjadi secara terpisah atau bersama-sama. Neuropati sensorik perifer adalah jenis neuropati yang paling umum terjadi pada tahap awal diabetes. Saraf sensorik bertanggung jawab untuk mengirimkan berbagai sinyal sensorik ke otak, seperti rasa sakit ketika Anda menyentuh sesuatu yang tajam atau panas. Selain rasa sakit, ada juga kelainan sensorik, seperti antroposis, sensasi terbakar, atau hipersensitivitas terhadap sentuhan, di mana sedikit sentuhan dapat menyebabkan rasa sakit yang parah atau ketidaknyamanan, tetapi ketika terpapar rangsangan eksternal seperti panas, dingin, atau tertusuk, sensasi tersebut menjadi tumpul atau hilang sama sekali. Jika terjadi kehilangan keseimbangan dan koordinasi, pasien juga dapat mengalami gaya berjalan yang tidak stabil dan kaki yang terasa seperti kapas. Berbagai kelainan sensorik pada gangguan saraf sensorik biasanya simetris, sering terjadi pada ujung ekstremitas, dengan gejala pada kaki dan tungkai bawah yang paling sering terjadi, dan memburuk pada kondisi tenang atau pada malam hari. Pemeriksaan fisik sering kali menunjukkan adanya hiperalgesia dan hiperalgesia lokal, dan pada beberapa kasus terdapat kelainan sensorik yang khas pada area yang dekat dengan sarung tangan atau area yang tertutup kaus kaki di ujung tungkai. Saraf motorik menyampaikan perintah otak ke otot yang mengarahkan gerakan tubuh. Gejala utama cedera saraf motorik adalah atrofi otot-otot tungkai, kelemahan atau bahkan kelumpuhan saat bergerak. Cedera pada saraf motorik yang berbeda dapat bermanifestasi sebagai gejala yang berbeda. Sebagai contoh, kerusakan pada saraf motorik, saraf abducens, dan saraf wajah dapat menyebabkan kelopak mata terkulai, diplopia, dan strabismus. Saraf otonom adalah saraf yang mengatur aktivitas organ-organ internal tubuh. Sebagai contoh, detak jantung dan motilitas saluran cerna tidak dikendalikan oleh pikiran sadar, tetapi oleh saraf otonom. Neuropati otonom diabetes terutama memengaruhi sistem kardiovaskular, sistem pencernaan, sistem genitourinari, transmisi dan kontraksi pembuluh darah, fungsi kelenjar keringat, dll. Manifestasi klinis bervariasi: misalnya keringat abnormal, kembung yang bergantian, diare dan konstipasi, hipotensi tegak lurus, gangguan kemih, impotensi, kemandulan, dll.