Apa yang harus dilakukan tentang atrofi otot pada lansia

Atrofi otot pada lansia dapat mengurangi kekuatan otot dan mempengaruhi pergerakan anggota tubuh. Ketika atrofi otot terjadi, lansia perlu menggerakkan anggota tubuh yang atrofi secara aktif dan sering untuk mencegah pembentukan trombosis vena. Anggota keluarga juga harus membantu lansia untuk menggerakkan anggota tubuh dan sendi yang atrofi secara pasif untuk mencegah terjadinya atrofi lebih lanjut dan kelainan bentuk kontraktur sendi. Handuk hangat dapat dioleskan ke area atrofi untuk melancarkan sirkulasi darah lokal, dan pelatihan rehabilitasi rutin seperti akupunktur dan pijat, serta terapi nutrisi saraf, dapat dilakukan di rumah sakit. Karena anggota tubuh yang atrofi tidak sensitif terhadap suhu, maka perlu menambahkan pakaian pada saat cuaca menjadi dingin untuk mencegah sirkulasi darah yang buruk pada anggota tubuh yang terpengaruh, yang dapat mempengaruhi pergerakan. Penyebab paling umum dari atrofi otot pada lansia adalah penyakit serebrovaskular yang menyebabkan kelumpuhan anggota tubuh, jadi perhatikan pemeriksaan medis secara teratur, pantau gula darah, lipid dan tekanan darah, dan secara aktif mengontrolnya dengan obat-obatan.