Secara umum, penyebab kalium darah rendah bervariasi dan dapat dirangkum dalam tiga area utama: penyerapan atau asupan kalium yang tidak memadai, kehilangan kalium yang berlebihan, dan pergerakan kalium intraseluler ke tingkat ekstraseluler. Penyerapan atau asupan kalium yang tidak mencukupi oleh tubuh. Hal ini sering terlihat pada pasien yang mengalami anoreksia, pilih-pilih makanan, kurang gizi dan memiliki pola makan yang tidak seimbang. Hipokalaemia juga dapat terjadi pada pasien dengan gangguan pencernaan tertentu karena pembatasan makan. Kedua, kehilangan kalium yang berlebihan. Secara klinis, pasien dengan diare dan muntah yang parah, luka bakar yang parah, infeksi dan penyakit wasting tertentu serta syok dapat menyebabkan rendahnya kadar kalium dalam tubuh. Selain itu, keracunan makanan atau obat tertentu juga dapat menyebabkan kadar kalium yang lebih rendah dari normal dalam darah pasien. Ketiga, kalium intraseluler bergerak ke luar sel. Beberapa pasien dengan kelumpuhan periodik hipokalemia, misalnya, sering mengalami pergerakan kalium intraseluler ke luar sel selama episode penyakit, yang dapat menyebabkan hipokalaemia. Keempat, beberapa penyakit, seperti aldosteronisme primer, dapat menyebabkan peningkatan eliminasi kalium urin, yang dapat menyebabkan hipokalemia dan hipertensi yang terlihat bersamaan. Kelima, penggunaan insulin pada beberapa pasien diabetes juga dapat menyebabkan pergeseran ion kalium dari ekstraseluler ke intraseluler, yang menyebabkan hipokalaemia. Dengan demikian, untuk meringkas penyebab hipokalemia, penyebab utamanya meliputi penyerapan atau asupan kalium yang tidak memadai, kehilangan kalium yang berlebihan, dan pergeseran kalium dari ekstraseluler ke intraseluler.