(a) Sosialisasi dan edukasi Inkontinensia urin stres adalah penyakit yang umum terjadi pada wanita paruh baya dan lanjut usia. Pertama, staf medis harus secara bertahap meningkatkan pengetahuan mereka sendiri tentang penyakit ini serta diagnosis dan pengobatannya, dan melakukan kegiatan pendidikan kesehatan yang ekstensif untuk membuat masyarakat sadar dan memahami bahwa ini adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati, sehingga dapat memfasilitasi pencegahan dini, deteksi dini, dan pengobatan dini penyakit ini. (ii) Hindari faktor risiko Pasien dengan inkontinensia urin dalam keluarga dekatnya harus waspada dan mengurangi paparan terhadap faktor risiko; orang yang mengalami obesitas harus mengontrol berat badannya; hindari aktivitas fisik yang berat; perbaiki sembelit dan hindari peningkatan tekanan perut yang terlalu lama; operasi caesar elektif dapat mengurangi kejadian inkontinensia urin pascapersalinan. (iii) Latihan otot dasar panggul Melalui kontraksi dan diastol yang berulang-ulang secara sukarela pada kelompok otot dasar panggul, tonus otot dasar panggul ditingkatkan, fungsi otot dasar panggul dipulihkan, dan resistensi uretra ditingkatkan untuk mencapai tujuan mencegah dan mengobati inkontinensia urin. Secara khusus, latihan otot dasar panggul yang efektif selama periode pascakelahiran dan kehamilan dapat secara efektif mengurangi kejadian dan keparahan inkontinensia urin stres. Hal ini dapat dicapai dengan mengontraksikan otot-otot dasar panggul selama 2-6 detik, rileks selama 2-6 detik dan mengulanginya sebanyak 10-15 kali. Berlatihlah 3-8 set per hari selama 8 minggu atau lebih. Latihan dasar panggul dapat dikombinasikan dengan biofeedback untuk hasil yang lebih baik di bawah bimbingan profesional. Dengan bantuan perangkat biofeedback elektronik, pasien dapat dipandu melalui latihan otot dasar panggul yang benar, efektif dan otonom, sehingga mereka dapat mengamati efek kontraksi secara lebih visual, menguasai intensitas kontraksi dan membentuk refleks yang terkondisi.