Benda asing dalam saluran pencernaan adalah keadaan darurat yang umum terjadi pada anak-anak. Hal ini sering kali disebabkan oleh orang tua yang memberi makan secara sembarangan atau anak menelan benda asing, seperti duri ikan, koin, serpihan tulang, atau baterai kancing. Beberapa benda asing dapat menyebabkan cedera serius pada anak dan orang tua sering kali menyesalinya. Dalam dua kasus baru-baru ini, yang pertama adalah kawat dan yang kedua adalah tulang. Anak yang menelan tulang tersebut baru berusia satu tahun, dan baru dua minggu setelah kecelakaan, orang tua anak tersebut dirujuk ke rumah sakit, di mana tulang tersebut telah menusuk dinding kerongkongan, menyebabkan abses leher dan kondisi kritis. Operasi baru selesai setelah upaya bersama oleh staf medis dan perawat untuk mengatasi banyak kesulitan. Karena parahnya kondisi yang dialami, anak tersebut harus dirawat di unit perawatan intensif setelah operasi dan akan dipantau lebih lanjut untuk melihat apakah kondisinya akan memburuk. Orang tua sangat menyesal, tetapi kerusakan yang terjadi pada anak terlalu besar untuk diperbaiki sepenuhnya. Tujuan utama dari kasus ini adalah untuk mengingatkan orang tua tentang anak-anak dengan benda asing trakea, benda asing di kerongkongan, trauma dan cedera tidak disengaja lainnya yang dapat mengancam kesehatan dan bahkan nyawa seorang anak setiap saat, dan bahwa kecerobohan sekecil apa pun dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup. Merupakan tanggung jawab setiap wali untuk belajar tentang perawatan anak dan melindungi anak-anak dari cedera yang tidak disengaja.