Kerusakan pada sistem saraf pusat atau saraf tepi, yang mengontrol fungsi kemih, menyebabkan disfungsi uretra kandung kemih dan disebut kandung kemih neurogenik. Gejala utamanya meliputi: 1. Gejala hiperrefleksia otot detrusor yang disebabkan oleh kontraksi yang tidak terhambat, terutama frekuensi dan urgensi berkemih serta inkontinensia desakan, dengan beberapa pasien menunjukkan inkontinensia stres atau enuresis. 2. Pasien yang tidak memiliki refleks otot detrusor tidak dapat membuka leher kandung kemih saat buang air kecil atau tidak cukup terbuka, sering kali menunjukkan gejala seperti sulit buang air kecil dan retensi urin serta inkontinensia pengisian. 3, selain gejala kemih dapat disertai sembelit, inkontinensia tinja, hiperalgesia atau hilangnya sensasi pada perineum, kelumpuhan tungkai dan gejala lainnya. Apa saja penyebab kandung kemih neurogenik? 1, Cedera sumsum tulang belakang atau tengkorak. 2, Operasi saraf pusat atau operasi panggul ekstensif, misalnya kanker rektum radikal, kanker rahim radikal, pembedahan kelenjar getah bening panggul, dll. 3 . Penyakit bawaan Seperti spina bifida, spondilolistesis sumsum tulang belakang, malformasi sakral, displasia sakral, dll. 4, peran obat-obatan: obat-obatan yang memiliki efek pada fungsi saraf simpatis dan parasimpatis, seperti probenesid, atropin, alkohol, nistatin dan obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah, desensitisasi, antihistamin, dll. dapat mempengaruhi saraf pusat buang air kecil. 5, penyakit tertentu: diabetes, sifilis, kelumpuhan tremor, sindrom sumsum tulang belakang, ensefalitis, stroke, mielitis, dll. 6.Penyebabnya tidak diketahui.