Diagnosis dini dan penilaian objektif kandung kemih neurogenik adalah penting, karena hanya dengan diagnosis dini, pengobatan dini dan tepat waktu dapat dilakukan untuk mencegah perkembangan dan progresivitas komplikasi. Adanya disfungsi saluran kemih bagian bawah yang neurogenik terkadang tidak disertai dengan gejala neurologis, tetapi tetap menunjukkan kemungkinan adanya patologi neurologis. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah perkembangan dan perkembangan patologi saluran kemih bagian bawah dan atas yang tidak dapat disembuhkan. Diagnosis kandung kemih neurogenik meliputi tiga aspek berikut: 1. Diagnosis lesi neurologis yang menyebabkan disfungsi uretra kandung kemih: Sifat, lokasi, derajat, luas, dan durasi lesi, misalnya, harus diperjelas melalui riwayat terkait neurologis, pemeriksaan fisik, pencitraan, dan pemeriksaan neurofisiologis, serta, bila perlu, diagnosis kolaboratif oleh dokter spesialis saraf. 2. Diagnosis disfungsi saluran kemih bagian bawah dan atas serta komplikasi kemih: Jenis dan derajat disfungsi saluran kemih bagian bawah, apakah disertai infeksi saluran kemih, batu, tumor, apakah disertai kerusakan saluran kemih bagian atas seperti hidronefrosis, ureter yang melebar dan berkelok-kelok, refluks vesikoureter. Hal ini harus diklarifikasi dari riwayat yang sesuai, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan urodinamik dan pencitraan, serta sistouretroskopi. 3. Diagnosis disfungsi organ dan sistem terkait lainnya: misalnya, apakah disfungsi seksual, prolaps organ panggul, konstipasi atau inkontinensia tinja merupakan satu kesatuan, yang harus diklarifikasi dengan riwayat, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan pemeriksaan pencitraan.