Ketulian: Istilah umum untuk berbagai tingkat gangguan pendengaran yang disebabkan oleh lesi organik atau fungsional dalam jalur konduksi pendengaran. Sulit Mendengar: Tingkat ketulian yang lebih rendah. Ketulian: Kehilangan pendengaran yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan mendengar pada tingkat normal. Klasifikasi ketulian: Tuli konduktif: Gangguan pendengaran akibat lesi pada jalur konduksi akustik, yaitu telinga bagian luar dan tengah. Tuli sensorineural: Gangguan pendengaran akibat lesi pada jalur perseptif dan analitis gelombang suara, yaitu saraf pendengaran dan pusat pendengaran telinga bagian dalam. Tuli campuran: Keduanya. Klasifikasi ketulian: Manusia dapat mendengar suara dalam rentang frekuensi 20 – 20.000 Hz. Rentang frekuensi bicara pada umumnya terutama 500 – 3.000 Hz. Ambang pendengaran rata-rata 500Hz, 1000Hz dan 2000Hz digunakan untuk penilaian klinis: 1. Gangguan pendengaran ringan: ambang pendengaran nada murni adalah 16 – 25dBHL. 2. Gangguan pendengaran ringan: ambang pendengaran rata-rata adalah 26 – 40dBHL untuk ucapan berbisik yang tidak terdengar pada jarak normal. 3. Gangguan pendengaran sedang: ambang pendengaran rata-rata adalah 41 – 55dBHL untuk kesulitan dalam mendengarkan percakapan normal. 41—55dBHL. 4 . Gangguan pendengaran sedang hingga berat: mendengar dengan keras juga terasa sulit, ambang pendengaran rata-rata adalah 56–79dBHL. 5 . Gangguan pendengaran yang parah: hanya bisa mendengar teriakan keras di telinga, ambang pendengaran rata-rata adalah 71–90dBHL. 6 . Gangguan pendengaran ekstrim: hampir tidak dapat mendengar suara apa pun, bahkan teriakan keras di telinga tidak dapat didengar, ambang pendengaran rata-rata di atas 90dBHL. Ambang pendengaran rata-rata di atas 90dBHL. Pencegahan dan pengobatan: 1 . Tuli saraf sensorik: teknologi alat bantu dengar opsional, teknologi koklea elektronik. 2 . Tuli saraf konduksi: berbagai jenis perbaikan dan operasi pendengaran. 3.Tuli campuran