Penyakit Parkinson adalah penyakit degeneratif sistem saraf pusat yang umum terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia, dengan gejala motorik seperti tremor tak disengaja pada anggota tubuh saat istirahat, tonus otot, bradikinesia, dan gangguan keseimbangan postural, yang pada tahap akhir dapat menyebabkan pasien tidak dapat merawat diri sendiri. Selain itu, gejala non-motorik penyakit Parkinson, seperti masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan, juga membawa beban yang lebih besar bagi pasien dan keluarganya. Komplikasi motorik yang disebabkan oleh penggunaan levodopa dalam jangka panjang dengan dosis tinggi juga membuat pengobatan penyakit ini menjadi lebih rumit, dan pasien penyakit Parkinson yang umumnya rentan terhadap insomnia sering disertai dengan masalah kecemasan. Pasien penyakit Parkinson berangsur-angsur muncul depresi dan kecemasan, bagaimana cara mengatasinya? I. Memperkenalkan pengetahuan yang relevan tentang penyakit ini kepada pasien, dan membantu pasien untuk mengetahui penyebab, manifestasi, pengobatan dan hukum penyakit yang dideritanya. Memberitahukan kepada pasien tentang perawatan, pengobatan dan pengetahuan umum tentang penyakit sehingga mereka dapat memahami kondisi dan bekerja sama dalam pengobatan. Kedua, selain pengobatan yang wajar, perlu perhatian dan cinta dari keluarga dan teman, berinisiatif untuk berkomunikasi dengan pasien, agar mereka dapat membangun suasana kerja dan kehidupan yang menyenangkan, sehingga pasien merasa rileks. Ketiga, anggota keluarga harus secara aktif mendorong pasien untuk berinisiatif berolahraga, seperti makan, berpakaian, mencuci, dll., jangan melakukan semuanya untuk pasien; bagi mereka yang memiliki keterbatasan bahasa, pasien dapat melakukan upaya untuk melatih pengucapan dengan keras di depan cermin untuk mengurangi bahaya penyakit Parkinson. Doronglah pasien untuk keluar dan belajar lebih banyak tentang dunia luar. Ini juga merupakan pilihan yang baik untuk mendapatkan kembali hobi yang baik untuk tubuh dan pikiran. Kelima, untuk penyakit jangka panjang, depresi, pasien yang cemas, penilaian skala psikologis, skor pasien yang lebih tinggi, harus diberikan antidepresan, pengobatan kecemasan. Pasien harus didorong secara aktif untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk pengobatan dan penyembuhan.