Sekitar 40-55 persen pasien Parkinson mengalami gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan, yang dimanifestasikan oleh kelelahan, berkurangnya motivasi, pesimisme, kehilangan minat, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, penghambatan psikomotorik, penurunan harga diri, perasaan bersalah, berkurangnya konsentrasi, kesulitan dalam mengambil keputusan, ketidakstabilan emosi, dan keinginan untuk bunuh diri, dan lain-lain. Depresi dan kecemasan dapat terjadi pada setiap tahap penyakit Parkinson, tetapi ada dua puncaknya, yang pertama pada tahap awal penyakit, tak lama setelah pasien mengetahui sifat penyakitnya, dan yang kedua pada tahap akhir penyakit, sebagai respons psikologis terhadap keterbatasan fungsional dan ketidaknyamanan yang terkait dengan kecacatan. Secara tradisional, kecemasan dan depresi pada pasien Parkinson dianggap sebagai respons psikologis terhadap keluhan fisik mereka, tetapi penelitian terbaru menemukan bahwa timbulnya gejala depresi dikaitkan dengan berkurangnya konsentrasi serotonin dan neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin, dengan 5-hidroksitriptamin yang memainkan peran yang lebih penting daripada dopaminergik, dan bahwa gangguan suasana hati terkait dengan berkurangnya aliran darah lokal ke korteks serebral. Kondisi emosional pasien tidak berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit, tetapi dengan keluarga dan penyesuaian diri pasien. Keluarga harus mendorong pasien untuk membangun kepercayaan diri dalam mengatasi penyakitnya, mengatur agar pasien melakukan pekerjaan rumah tangga yang sesuai dengan kemampuannya, menumbuhkan minat pasien dalam berbagai aspek, seperti membaca buku, koran, mendengarkan radio, melukis, menanam bunga, dan lain-lain, serta mendorong pasien untuk berpartisipasi dalam lebih banyak kegiatan sosial untuk mengalihkan perhatiannya dari penyakitnya. Bila gejalanya lebih serius, pasien dapat diobati dengan obat-obatan bersamaan dengan psikoterapi. Saat ini, obat antidepresan yang umum digunakan adalah paroxetine, promethazine, amitriptyline, maprotiline, dll.; obat anti-kecemasan yang umum digunakan adalah Jia Le Din, Valium, Librium, dll.; bagi mereka yang mengalami kesulitan untuk tidur, triazolam dapat digunakan untuk diminum sebelum tidur, dan efek terapeutiknya akurat.