Tekanan vena sentral, juga dikenal sebagai CVP, memiliki nilai normal 0,5 hingga 1,2 kPa. Tekanan vena sentral adalah tekanan yang diukur di atrium kanan atau di vena kava superior yang dekat dengan atrium kanan, baik dengan penempatan vena dalam dengan tusukan invasif, atau dengan tusukan langsung atrium kanan dalam keadaan dada terbuka. Tekanan vena sentral mencerminkan tekanan atrium kanan dan merupakan salah satu indikator klinis hemodinamik yang paling penting. Alat ini dapat menentukan volume darah pasien, fungsi jantung dan tonus pembuluh darah yang digabungkan. Tekanan vena sentral biasanya diukur pada pasien dengan gagal jantung akut, pasien dengan infus yang berat, penderita penyakit jantung dan pasien yang menjalani operasi untuk sirkulasi ekstrakorporeal. Biasanya, nilai normal tekanan vena sentral adalah antara 0,5 dan 1,2 kPa. Jika tekanan terlalu rendah, ini bisa mengindikasikan defisit volume. Jika tekanan terlalu tinggi, ini menunjukkan insufisiensi jantung kanan atau obstruksi sistem jantung kanan, atau regurgitasi parah katup trikuspid, atau kelebihan volume. Tekanan vena sentral menunjukkan kembalinya darah vena ke vena sentral dan atrium kanan, dan umumnya berubah lebih awal daripada tekanan arteri. Besarnya tekanan vena sentral tergantung pada keterkaitan antara kapasitas ejeksi jantung dan volume darah vena yang dikembalikan ke jantung. Jika jantung memiliki kapasitas ejeksi yang tinggi dan mampu mengeluarkan darah yang kembali ke dalam arteri pada waktu yang tepat, tekanan vena sentral akan rendah. Sebaliknya, penurunan kapasitas ejeksi akibat gagal jantung, misalnya, akan menghasilkan tekanan vena sentral yang tinggi.