Sebagian besar kasus nefritis kronis dikaitkan dengan berbagai tingkat proteinuria, dan akan bermanfaat untuk mengendalikan atau mengurangi proteinuria pada nefritis kronis. Pertama, dalam hal diet, perhatian harus diberikan pada penggunaan diet rendah protein berkualitas tinggi. Secara umum, asupan protein harian harus dibatasi sekitar 30-40 g. Perlu dicatat bahwa protein berkualitas tinggi sebaiknya mencapai 60-70% protein, terutama dari daging, susu, telur, dll. Penting untuk diingat bahwa asupan protein harian tidak boleh melebihi 1 g per kilogram berat badan. Yang kedua adalah tidak melakukan terlalu banyak olahraga berat, karena olahraga berat dapat memperburuk proteinuria. Yang ketiga adalah, bahwa pengobatan penurun protein yang tepat harus dipilih sesuai dengan patologi spesifik pasien, fungsi ginjal, dan kondisi organ lainnya, serta jumlah proteinuria. Keempat, obat AC EI dan ARB dapat digunakan dalam kombinasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa kombinasi kedua jenis obat ini dapat meningkatkan efek pengurangan proteinuria. Kelima, jika protein urin lebih besar dari atau sama dengan 2,0g/24 jam, fungsi ginjal normal atau hanya sedikit terganggu, ukuran ginjal normal dan perubahan patologis ginjal tidak jelas atau ringan, penggunaan hormon dan obat sitotoksik dapat dipertimbangkan, dan jika efeknya tidak baik atau reaksi merugikan lainnya terjadi, mereka harus secara bertahap ditarik dan dihentikan.