Dapatkah Anda makan kacang kedelai dengan gula darah tinggi?

Kedelai adalah kacang-kacangan dengan indeks glikemik dan kandungan kalori yang relatif rendah, dan dapat dikonsumsi dalam jumlah sedang oleh rata-rata penderita diabetes. Pasien dengan kelainan tertentu, seperti hiperurisemia dan kelainan ginjal, harus membatasi atau bahkan menghindari asupan kedelai. Kacang kedelai mengandung 36,6 gram protein dan 25 gram karbohidrat per 100 gram, serta kalsium, fosfor, zat besi dan karoten yang tinggi. Kacang kedelai mengandung sterol kedelai, yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan ideal untuk diabetes, penyakit jantung koroner dan hipertensi, sehingga pasien mendapat manfaat dari makan kacang kedelai dalam jumlah sedang dalam makanan sehari-hari mereka. Selain itu, kedelai juga mengenyangkan dan cenderung tidak membuat Anda lapar, yang juga bermanfaat untuk mengendalikan asupan kalori. Namun, ada beberapa pasien diabetes yang tidak cocok untuk makan kedelai, seperti pasien diabetes yang dikombinasikan dengan hiperurisemia. Pasien-pasien ini harus membatasi konsumsi kedelai, karena kandungan purin dalam kedelai terlalu tinggi dan pasien cenderung memperburuk kondisi dan mengembangkan asam urat setelah memakannya. Selain itu, karena kedelai adalah makanan berprotein tinggi, konsumsinya akan meningkatkan tekanan pada glomerulus, dan asam amino non-esensial dalam kedelai akan menambah beban pada ginjal, sehingga adanya komplikasi diabetes, seperti nefropati diabetik dan gangguan fungsi ginjal, juga harus membatasi konsumsi kedelai.