Pada individu normal, kisaran glukosa darah 2 jam postprandial dapat bervariasi dalam kondisi fisiologis yang berbeda. Glukosa darah postprandial 2 jam merupakan titik waktu yang penting dalam diagnosis dan pengelolaan diabetes. Untuk sebagian besar populasi umum, kisaran glukosa plasma postprandial 2 jam yang normal adalah 4,7-7,8 mmol/L, dan 7,8-11,1 mmol/L dianggap sebagai toleransi glukosa yang tidak normal. Secara klinis, diabetes dapat didiagnosis jika glukosa darah postprandial >11,1 mmol/L dan terdapat gejala-gejala diabetes yang jelas, seperti penurunan berat badan, makan berlebihan dan rasa lapar, buang air kecil pada malam hari, haus dan minum, dan penglihatan kabur pada kedua mata. Meskipun kadar glukosa darah 2 jam postprandial wanita hamil harus dikontrol pada 4,4-6,7 mmol/L, diabetes gestasional dapat didiagnosis jika kadar glukosa darah 2 jam postprandial >8,5 mmol/L. Selain itu, glukosa darah postprandial mudah dipengaruhi oleh jumlah makanan dan waktu makan, yang dapat menyebabkan beberapa kesalahan dalam pengukuran. Untuk pasien dengan glukosa darah postprandial tinggi dan dicurigai menderita diabetes melitus, disarankan untuk pergi ke departemen endokrinologi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut yang relevan, seperti pemeriksaan glukosa darah postprandial setelah mengonsumsi 75 gram glukosa secara oral.