Penderita diabetes rentan terhadap penyakit kardiovaskular, yang diperparah oleh konsumsi garam yang berlebihan. Komponen utama garam adalah natrium klorida, yang merupakan komponen penting dari tubuh manusia. Garam tidak dapat disintesis di dalam tubuh, juga tidak dapat hilang dalam metabolisme, tetapi garam dibuang setiap hari melalui urin, keringat, rambut, kuku, kulit, dan selaput lendir, sehingga harus dilengkapi dengan diet. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan harian 6 gram garam untuk setiap orang dewasa. Saat ini, asupan garam harian rata-rata penduduk Tiongkok adalah 12-14 gram, tidak termasuk asupan garam lainnya (seperti minum air garam ringan di pagi hari, camilan segar dan asin yang modis, makanan fermentasi dengan alkali, sayuran asin yang lezat, dll.). Pasien diabetes dengan asupan makanan yang rendah, gangguan metabolisme, dan komplikasi kardiovaskular dan serebrovaskular harus mengonsumsi lebih sedikit garam daripada orang normal. Bagaimana cara mengurangi asupan garam? 1. Makanlah makanan mentah sebanyak mungkin, tanpa garam atau dengan sedikit garam, dan perhatikan sari dan rasa aslinya; 2. Makanlah makanan mentah sebanyak mungkin, tanpa garam atau dengan sedikit garam, dan perhatikan sari dan rasa aslinya. Makanan tinggi, terutama hipertensi, penyakit kardiovaskular dan pasien pembengkakan harus membatasi garam, garam kalium dapat digunakan untuk menggantikan bagian dari garam natrium, tidak hanya untuk meningkatkan rasa asin, tetapi juga untuk menurunkan tekanan darah dan diuretik.