Makanan apa yang cocok untuk pasien ataksia vestibular?

  Ataksia vestibular disebabkan oleh kerusakan pada sistem vestibular dan sebagian besar merupakan gangguan keseimbangan. Hal ini ditandai dengan gangguan keseimbangan saat istirahat dan selama bergerak. Hal ini memiliki kemiripan dengan ataksia serebelar, seperti pangkal kedua kaki yang lebar ketika berdiri, kegoyahan, condong ke samping atau ke belakang, dan miring ketika berjalan. Namun, vertigo, nistagmus, dan tes fungsi vestibular yang abnormal biasanya ada untuk membedakannya. Jadi, makanan apa yang cocok untuk pasien ataksia vestibular? Berikut ini adalah daftar makanan yang cocok untuk pasien ataksia vestibular.  Pasien ataksia vestibular harus mengonsumsi makanan yang kaya vitamin; makanan laut, jamur yang dapat dimakan, kacang-kacangan dan produknya; ikan, susu, pasta wijen, berbagai sayuran dan buah-buahan serta makanan lainnya.  1, daging tanpa lemak: protein yang terkandung adalah salah satu protein terbaik dalam makanan alami. Kuning telur, selain kaya akan lesitin, juga kaya akan kalsium, fosfor, zat besi dan vitamin A, D, B, dll.  2, nanas: kaya akan vitamin C dan elemen penting mangan. Sangat membantu untuk meningkatkan daya ingat seseorang; lemon dapat meningkatkan kemampuan kognitif seseorang; pisang dapat menyediakan otak dengan zat penting tirosin, yang dapat membuat seseorang energik, fokus dan dapat meningkatkan kemampuan kreatif seseorang.  3, beras merah: beras merah mengandung berbagai vitamin (terutama vitamin B1), yang penting untuk meningkatkan kemampuan kognitif pasien. Beras merah memiliki rasa yang kasar dan tekstur yang padat, dan juga memakan waktu untuk memasak. Sebelum memasak, Anda dapat membilasnya dan merendamnya dalam air dingin semalaman, kemudian memasukkannya ke dalam panci presto dengan air rendaman dan memasaknya selama lebih dari setengah jam.