Disebut ataksia serebelar ketika tonus otot pasien berkurang dan koordinasi gerakan acak terganggu karena beberapa penyebab kerusakan serebelar. Klasifikasi klinis 1. Ataksia batang Ataksia batang (ataksia serebelar postural), terutama bermanifestasi sebagai gangguan keseimbangan gaya berjalan dan postur tubuh pasien (berdiri dan duduk), seperti ketidakstabilan berdiri, ketidakstabilan duduk, ketidakstabilan berjalan, tanda Romberg (membuka dan menutup mata) positif (tidak stabil), ataksia tungkai atas tidak jelas, tidak ada nistagmus. Diagnosis lokalisasi terutama pada cacing tanah serebelar (otak kecil primordial) yang rusak. Hal ini dapat dilihat pada ADCA tipe III, ataksia capillaris, dll. 2, ataksia koordinasi tungkai ataksia koordinasi tungkai (ataksia serebelar motorik), terutama dimanifestasikan sebagai keseimbangan tungkai pasien untuk menyelesaikan berbagai gerakan, seperti tes jari-hidung, tes tumit-lutut-dagu yang tidak akurat, diskriminasi jarak yang buruk, gerakan bolak-balik yang buruk, bias tes misfinger ke sisi yang sakit, nistagmus lebih umum (kasar), ketidakstabilan gaya berjalan, dll.. Ataksia umumnya lebih parah pada ekstremitas atas daripada ekstremitas bawah. Diagnosis lokalisasi terutama di belahan otak kecil (neocerebellum) yang rusak. 3.All-cerebellar ataxia All-cerebellar ataxia, lesi terletak di otak kecil primordial, neocerebellum, inti serebelar, serabut aferen serebelar (keluar), manifestasi klinisnya adalah ataksia batang tubuh, anggota badan, dan gaya berjalan, yang dapat dilihat pada tipe ADCAI dan sebagainya.