1 . Secara aktif mengobati penyakit primer untuk mencegah penyakit terus merusak ginjal. 2 . Diet rendah protein, diet rendah garam dan tidak makan berlebihan: Makan terlalu banyak protein dan garam akan meningkatkan beban pada ginjal dan mempercepat penurunan fungsi ginjal. Asupan garam yang berlebihan akan menyebabkan tekanan darah tinggi dan merusak ginjal. Ginjal yang buruk juga perlu mengontrol asupan fosfor, natrium, dan kalium. 3, mengontrol tekanan darah: untuk mengontrol tekanan darah di bawah 130/80mmHg, dan kontrol yang lebih ketat ketika jumlah proteinuria relatif besar. 4, mengontrol gula darah: gula darah tinggi akan merusak kapiler glomerulus, kita harus mencoba mengontrol gula darah dalam kisaran normal. 5, mencegah masuk angin: masuk angin dapat meningkatkan beban pada ginjal, dan terkadang reaksi yang disebabkan oleh masuk angin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal. 6 . Batu saluran kemih harus segera diobati; pasien dengan hiperplasia prostat harus waspada terhadap hidronefrosis. 7 . Pemeriksaan rutin: Sebaiknya lakukan tes kreatinin urin dan darah serta urea nitrogen setiap enam bulan sekali. Beban pada ginjal akan meningkat saat wanita hamil dan fungsi ginjalnya harus dipantau. 8 . Mencegah obat merusak ginjal: banyak obat yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, jadi jangan gunakan obat sembarangan, termasuk obat-obatan Cina dan Barat. 9 . Pengobatan Tiongkok: Pengobatan Tiongkok efektif dalam mengobati insufisiensi ginjal kronis, serta berbagai obat-obatan Tiongkok seperti rhubarb dan cordyceps. 10 . Mempersiapkan terapi pengganti ginjal. Ketika pasien memasuki fase uremik, masalah terapi pengganti ginjal harus dipertimbangkan. Pada saat ini, penting untuk mempertahankan optimisme, mencari metode alternatif yang cocok untuk diri sendiri dan membangun akses pemurnian darah terlebih dahulu.