Berbicara tentang konsumsi alkohol dan kesehatan

  Penelitian medis telah menyimpulkan bahwa minum alkohol atau berbagai minuman yang mengandung alkohol (misalnya etanol) dapat memberikan efek buruk tertentu pada tubuh manusia. Istilah “mabuk” sering digunakan untuk merujuk pada keracunan alkohol.  Efek buruk alkohol pada tubuh manusia sangat beragam. Yang pertama dan terpenting adalah kerusakan hati, karena lebih dari 90% alkohol dimetabolisme oleh hati setelah masuk ke dalam tubuh, dan alkohol dalam jumlah besar, metabolitnya, serta gangguan metabolisme yang ditimbulkannya pada sel-sel hati adalah penyebab utama kerusakan hati akibat alkohol. Menurut penelitian, orang normal yang minum rata-rata 40 gram hingga 80 gram alkohol per hari dapat mengembangkan penyakit hati alkoholik dalam 10 tahun, seperti rata-rata 160 gram per hari, sirosis hati dapat terjadi dalam 8 hingga 10 tahun. Orang yang minum banyak alkohol akan mengalami kardiomiopati, yang dapat menyebabkan melemahnya jaringan otot jantung dan kerusakan, sementara jaringan fibrosa berkembang biak, yang secara serius memengaruhi fungsi jantung. Ketiga, terjadi kerusakan pada otak dan sistem saraf. Asupan alkohol yang tinggi dapat berdampak serius pada daya ingat, konsentrasi, penilaian, fungsi, dan respons emosional. Terlalu banyak minum alkohol dapat menyebabkan bicara cadel, penglihatan kabur, reaksi lambat, dan kehilangan keseimbangan. Hal ini sangat berbahaya bagi pengemudi dan sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan mobil. Kerusakan otak akibat konsumsi alkohol jangka panjang mungkin tidak dapat dipulihkan. Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa minum alkohol dalam jumlah ringan dan sedang dapat menyebabkan penyusutan volume otak setelah konsumsi alkohol. Selain itu, alkohol memiliki efek buruk pada aspek lain dari fungsi manusia. Sebagai contoh, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan gastritis akut, sedangkan konsumsi alkohol jangka panjang dapat menyebabkan gastritis kronis, tukak lambung, infertilitas, kelainan pada janin, dan gangguan neuropsikologis. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan kejadian kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker kerongkongan, kanker payudara, dan kanker hati.  Meskipun beberapa sumber menyatakan bahwa alkohol dalam jumlah kecil (50 ml anggur per hari) dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada pria dan wanita yang lebih tua sampai batas tertentu, bahkan alkohol dalam jumlah kecil pun dapat menyebabkan cedera yang tidak disengaja seperti kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan risiko lebih dari 60 penyakit. Jadi, tampaknya bukti untuk klaim bahwa alkohol dalam jumlah kecil baik untuk kesehatan sangat terbatas dan tidak sebanding dengan risikonya.