Tes klinis apa yang dapat mengonfirmasi kecanduan alkohol?

  Gangguan kecanduan alkohol, juga dikenal sebagai ketergantungan alkohol, adalah bagian yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari, dengan hanya 5% orang dewasa yang tidak minum setetes pun alkohol seumur hidupnya, dan tingkat konsumsi alkohol apa pun dianggap sebagai sumber potensial ketergantungan alkohol, dengan pengecualian bagi mereka yang tidak minum sama sekali. Jumlah penderita kecanduan semakin meningkat di seluruh dunia dan pada tahun 2011, satu orang meninggal setiap lima menit di Amerika Serikat sebagai akibat dari kematian yang berhubungan dengan kecanduan narkoba. Kecanduan adalah fenomena yang semakin umum terjadi, jadi menemukan cara yang efektif dan tahan lama untuk mengatasinya akan menjadi upaya jangka panjang.  Tes untuk kecanduan alkohol meliputi: 1. tes laboratorium: konsentrasi etanol pasien perlu diperiksa setelah minum, di samping tes pendukung seperti fungsi hati dan tes darah; 2. tes pencitraan: sistem saraf pasien dapat diperiksa dengan MRI untuk melihat apakah parenkim otak menunjukkan tanda-tanda penyusutan; 3. timbangan: skala AUDIT, Kuesioner Minum Michigan, dan Skala Gejala Penarikan Diri dapat digunakan untuk menentukan kecanduan alkohol pasien. Skala AUDIT dapat digunakan untuk menentukan tingkat kecanduan alkohol, dan pasien biasanya dapat memeriksakan diri mereka sendiri melalui skala AUDIT.