Apakah aspirin memiliki aksi ganda?

20 Agustus 2014 /BIO VALLEY BIOON/ – Obat antiinflamasi nonsteroid yang populer seperti aspirin, naproxen, dan ibuprofen bekerja dengan cara menghambat atau membunuh enzim yang disebut siklooksigenase, yang mengkatalisasi produksi senyawa lipid mirip hormon prostaglandin, yang pada gilirannya secara langsung berkaitan dengan timbulnya berbagai macam gangguan, seperti sakit kepala, radang sendi, kram menstruasi, dan sepsis luka. Dalam sebuah makalah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal internasional PNAS, para peneliti dari? University of California, para peneliti mengindikasikan bahwa aspirin mungkin memiliki efek kedua dengan tidak hanya menghambat aktivitas siklooksigenase, yang menghalangi produksi prostaglandin yang memicu peradangan dan sensasi nyeri; tetapi juga dengan mendorong produksi senyawa oleh enzim yang mempercepat berakhirnya peradangan, sehingga mengembalikan sel-sel yang terkena dampak ke kondisi yang sehat. Menurut peneliti Edward A. Dennis, aspirin mendorong enzim siklooksigenase untuk memproduksi sejumlah kecil senyawa terkait yang disebut 15-HETE, yang diubah menjadi lipoksin selama infeksi dan peradangan, dan yang terakhir ini membantu membalikkan peradangan dan memulihkan kesehatan tubuh. Dalam artikel tersebut, para peneliti mempelajari sel darah putih yang disebut makrofag, yang merupakan sel pertahanan sistem kekebalan tubuh utama dalam menanggapi cedera dan infeksi, dan menemukan bahwa makrofag mengandung sejumlah alat biokimia yang tidak hanya meniru respons inflamasi, tetapi juga memulihkan kesehatan dengan melepaskan 15-HETE dan mengubah siklooksigenase menjadi lipoksin ketika proses inflamasi terjadi. Studi ini menawarkan ide-ide baru dan harapan bagi para peneliti untuk mengembangkan obat antiinflamasi yang ditargetkan baru dan terapi berdasarkan analog lipoksin, dan jika para peneliti menemukan cara untuk meningkatkan pemulihan peradangan, mereka mungkin dapat menjadi lebih efektif dalam membantu manusia melawan infeksi.