Apabila kita bepergian, kita sering menemukan perangkat ini di tempat umum seperti bandara, pusat perbelanjaan dan stasiun bawah tanah. Biasanya digantung di dinding atau ditempatkan di sudut dengan tanda ‘AED’ yang menonjol dan instruksi dalam beberapa bahasa. Anda mungkin tidak menyadari bahwa perangkat semacam itu telah menyelamatkan ribuan nyawa ketika Anda melewatinya. Bagi Anda yang telah membaca edisi sebelumnya, istilah ‘kematian jantung mendadak’ bukan lagi hal baru bagi Anda. Ketika situasi seperti itu terjadi di sekitar kita, respons pertama tidak diragukan lagi adalah melakukan resusitasi kardiopulmoner (CPR) secara langsung! Sebagian besar kematian jantung mendadak disebabkan oleh aritmia ganas, 80% di antaranya disebabkan oleh fibrilasi ventrikel. Fibrilasi ventrikel, atau singkatnya fibrilasi ventrikel, adalah hilangnya fungsi pemompaan normal akibat jantung yang berdebar-debar tidak teratur, dan kegagalan organ yang cepat di seluruh tubuh akibat hilangnya suplai darah. Pada fibrilasi ventrikel, resusitasi kardiopulmoner konvensional (pernapasan buatan + kompresi dada) saja dapat mempertahankan fungsi peredaran darah minimal, tetapi tidak mengakhiri fibrilasi ventrikel dan memulihkan detak normal jantung. Studi statistik telah menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup menurun 7-10% untuk setiap menit fibrilasi ventrikel berlangsung. Pada saat ini, defibrilasi listrik adalah cara paling efektif untuk mengakhiri fibrilasi ventrikel. Saya yakin Anda sudah sering melihat dalam film dan drama Amerika, perlombaan yang intens untuk waktu ketika dokter menggunakan defibrilator untuk menyelamatkan pasien, dan detail ini tidak dibesar-besarkan dalam film dan drama. Namun demikian, banyak pasien yang mengalami fibrilasi ventrikel di luar rumah sakit dan banyak yang hilang sebelum mencapai rumah sakit, sehingga AED diciptakan sebagai lawan dari defibrilator spesialis yang digunakan di rumah sakit. AED adalah singkatan dari Automated External Defibrillator. Seperti namanya, ini adalah alat yang secara otomatis mengidentifikasi fibrilasi ventrikel dan mengeluarkan untuk defibrilasi. Alat ini secara otomatis menganalisis aktivitas EKG pasien untuk menentukan apakah fibrilasi ventrikel sedang terjadi, dan jika demikian, secara otomatis mengeluarkan untuk defibrilasi. Karena dirancang untuk dioperasikan oleh non-spesialis, AED sepenuhnya otomatis dan sangat mudah dioperasikan, serta selalu disertai dengan petunjuk yang mudah dibaca dan dipahami pada mesin. Sering kali, yang diperlukan hanyalah memasang bantalan elektroda ke pasien dan mesin secara otomatis menyelesaikan seluruh proses dari pengenalan hingga defibrilasi jika perlu, sekaligus memberikan catatan kepada resusitasi tentang cara mengoperasikannya dalam format audio. Penting untuk diingat bahwa kompresi dada tidak boleh dihentikan sampai AED mulai mengeluarkan cairan, dan jika pasien masih tidak memiliki denyut nadi setelah defibrilasi, kompresi dada harus segera dilanjutkan sampai AED mengeluarkan cairan lagi atau denyut nadi pulih kembali. Saat ini, prevalensi AED di tempat umum di China masih sangat rendah dibandingkan dengan negara maju. Negara kita sudah memiliki program defibrilasi elektrik publik (PAD) dan semakin banyak AED yang akan ditempatkan di tempat umum di masa mendatang, dan para pembaca mungkin bersedia berhenti selama beberapa menit untuk membaca petunjuk ketika mereka melihat mesin semacam itu di jalan. Kami yakin bahwa Anda, yang telah membaca Detak Jantung Sehat kami, akan menjadi garis pertahanan yang kuat untuk detak jantung yang sehat!