Pengetahuan tentang Sindrom Tourette

Apa yang dimaksud dengan Sindrom Tourette? Jenis apa saja yang ada? Gangguan tic (gangguan tic) adalah gangguan perkembangan mental yang dimulai pada masa kanak-kanak dan remaja, dan disebabkan oleh kombinasi cacat genetik dan lingkungan yang tidak menguntungkan. Gangguan ini ditandai dengan kedutan gerakan otot yang tidak disengaja, berulang-ulang, cepat, dan kedutan suara pada satu area atau lebih. Mereka biasanya diklasifikasikan ke dalam tiga kategori berdasarkan ciri klinis dan perjalanannya: gangguan tic sementara, gangguan tic kronis, dan gangguan tic multipel (juga dikenal sebagai sindrom obstruksi tic). Apa saja gejala umum sindrom Tourette? 1. Tics motorik Umumnya dimanifestasikan sebagai kedipan berulang, menyipitkan mata atau memutar mata, menyilangkan hidung, membuka mulut, menyenggol, menjulurkan lidah, menoleh, menggelengkan kepala, menggelengkan kepala, mengangguk-anggukkan kepala, meregangkan leher, mengangkat bahu, mengangkat perut, menarik napas, menghela nafas, mengangkat seluruh tubuh, menginjak-injak kaki, dsb. Tics vokal dapat berupa vokalisasi sederhana, seperti berdehem, batuk, menghirup napas, meludah, bersenandung, menggonggong, dan mendengus. Bisa juga berupa tics vokal yang kompleks, seperti ucapan yang diulang-ulang atau suara yang tidak masuk akal, atau kata-kata kotor yang stereotipik yang diulang-ulang. Manifestasi lain: Beberapa anak dengan sindrom Tourette mungkin mengalami ketidaknyamanan lokal, masalah perilaku, dan gangguan suasana hati. Bagaimana prognosis untuk sindrom Tourette? Apa saja dampaknya pada anak? Prognosis bervariasi di antara berbagai tipe. Sebagian besar pasien memiliki prognosis yang baik dan sembuh total, tetapi sebagian lagi memiliki gejala tic yang berlanjut hingga dewasa dan sepanjang hidupnya. Beberapa anak mungkin menderita kurangnya perhatian, penakut, rendah diri, stres dan cemas, serta hiperaktif, gangguan suasana hati, gangguan obsesif-kompulsif, kesulitan belajar, gangguan perilaku, dan gangguan kepribadian, sehingga memengaruhi kualitas belajar dan kehidupan anak. Apa yang harus saya lakukan jika anak saya menderita Sindrom Tourette? Jika gejalanya ringan dan durasi penyakitnya singkat, serta kehidupan sehari-hari dan pembelajaran anak tidak terpengaruh secara signifikan, obat psikiatri dapat digunakan tanpa perlu menghindari stres dan tekanan yang berlebihan. Banyak anak dapat diobati secara konservatif dengan inosin dan vitamin B, fisioterapi, dan perawatan lainnya. Jika gejalanya parah, durasi penyakitnya lama, atau penyakitnya berulang beberapa kali, terutama pada anak-anak dengan tics kronis atau tics multipel, tindakan pengobatan komprehensif seperti obat psikiatri dan terapi psiko-perilaku harus digunakan pada waktu yang tepat. Pengobatan sistematis dan terstandardisasi Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi tics meliputi haloperidol, thiopirid, aripiprazole, quetiapine, risperidone, colistin, clonidine, dan sebagainya. Penggunaan obat-obatan ini memerlukan perawatan yang sistematis dan terstandardisasi di bawah bimbingan dokter spesialis, termasuk pemilihan obat, penyesuaian dosis, pemantauan efek samping, pemeliharaan obat, dan penghentian obat setelah pengurangan dosis. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat memperburuk efek samping dan penghentian obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan kambuhnya gejala.