Kejang-kejang yang terjadi secara tiba-tiba saat tidur biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti mioklonus, kekurangan mikronutrien, epilepsi, dan lesi otak kecil. Mioklonus adalah kedutan otot yang tidak disengaja, yang sangat cepat sehingga sering tampak seperti gerakan seperti sengatan listrik, dan dapat terjadi secara tiba-tiba selama tidur. Pada beberapa orang, kekurangan elemen, seperti penurunan kalsium dalam darah, dapat menyebabkan kejang dan kedutan akibat hipereksitabilitas neuromuskuler. Kejang-kejang seperti itu juga dapat terjadi ketika ada kekurangan magnesium. Orang dengan riwayat epilepsi yang mengalami kejang-kejang saat tidur mungkin menderita kejang. Selain itu, kejang-kejang saat tidur dapat disebabkan oleh lesi otak kecil, tetapi lesi otak kecil dapat menyebabkan gejala lain selain kejang-kejang, seperti bicara cadel dan nistagmus. Oleh karena itu, jika jumlah kejang mendadak saat tidur tidak sering, maka sebagian besar disebabkan oleh kedutan otot fisiologis, tetapi jika jumlahnya lebih sering dan disertai dengan gejala lain, maka itu mungkin disebabkan oleh lesi fisik, dan perlu ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan mendetail agar dapat memastikan diagnosis.