Pedoman untuk diagnosis dan pengobatan sindrom hiperaktif pada anak

Sindrom hiperaktif pada anak juga dikenal sebagai attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), attention deficit disorder (ADD), dan kerusakan otak ringan (MBD). ), dll. Manifestasi klinis: 1. Aktivitas yang berlebihan: Meningkatnya aktivitas, berlari ke sana kemari, ketidakmampuan untuk duduk diam di dalam kelas, kebisingan yang berlebihan, dan terlalu banyak bicara. 2.Konsentrasi Gagal berkonsentrasi Tidak dapat bersikeras untuk mendengarkan guru dengan seksama di kelas, mudah terganggu oleh gangguan eksternal sekecil apa pun. Mengerjakan pekerjaan rumah tidak dapat berkonsentrasi penuh, berhentilah. Melakukan sesuatu tidak bisa bersikeras selalu. 3, perilaku impulsif Ketidakstabilan emosi, mudah bersemangat, kurang kontrol diri, berubah-ubah, mudah gembira secara berlebihan. Kesulitan Belajar Kurangnya perhatian yang diperlukan dalam proses belajar dan tertinggal dalam prestasi akademik. 5, gangguan perkembangan saraf Kecanggungan gerakan yang terkoordinasi dengan baik, kesulitan dalam membedakan kiri dan kanan, terkadang disertai dengan perkembangan bahasa yang tertunda. Diagnosis: 1. Timbulnya sebelum usia 7 tahun. 2. Durasi penyakit lebih dari 6 bulan. 3. Tidak ada keterbelakangan mental. 4. Setidaknya ada 8 perilaku berikut: (1) Tangan atau kaki sering bergerak terus menerus atau berputar-putar di tempat duduk. (2) Kesulitan untuk duduk diam ketika diminta untuk melakukannya. (3) Mudah teralihkan perhatiannya oleh rangsangan dari luar. (4) Tidak dapat menunggu dengan sabar untuk giliran dalam permainan atau aktivitas kelompok. (5) Sering terburu-buru menjawab pertanyaan sebelum selesai. (6) Juga mengalami kesulitan mengikuti perintah orang lain untuk menyelesaikan sesuatu (bukan karena perilaku yang tidak patuh atau kegagalan untuk memahami), misalnya, ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. (7) Kesulitan mempertahankan perhatian selama mengerjakan pekerjaan rumah atau permainan. (8) Sering berpindah dari satu hal ke hal lain sebelum menyelesaikannya. (9) Kesulitan untuk bermain dengan tenang. (10) Sering berbicara terlalu banyak. (11) Sering menyela atau mengganggu aktivitas orang lain, seperti mengganggu permainan anak lain. (12) Sering terlihat mendengarkan ketika orang lain berbicara kepadanya. (13) Sering menghilangkan benda-benda (seperti buku, pensil, buku tulis, mainan, dll.) yang digunakan di sekolah atau di rumah untuk belajar dan beraktivitas. (1 4) Sering berpartisipasi dalam kegiatan yang berbahaya bagi tubuh tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin timbul (bukan untuk mencari sensasi), misalnya berlari ke tengah jalan tanpa melihat sekeliling. 5. Pemeriksaan fisik dan laboratorium Tidak ada tanda-tanda positif atau refleks patologis yang spesifik. Kadang-kadang pasien kikuk dan lamban, dengan sedikit kesulitan dalam gerakan motorik halus (misalnya mengancingkan baju, mengikat tali sepatu). Pemeriksaan inteligensi umumnya normal, dan tidak ada kelainan khusus pada elektroensefalogram. Perawatan psikologis, pendidikan dan perilaku Anak-anak tidak boleh didiskriminasi atau dimarahi, agar tidak menyebabkan trauma mental. Namun, mereka tidak boleh dibiarkan begitu saja. Mereka harus dididik, menunjukkan kekurangan mereka, memperbaiki perilaku buruk, dan mendorong mereka untuk mengatasi kekurangan mereka dengan sedikit kemajuan. Berlatihlah untuk berkonsentrasi dan hindari rangsangan yang tidak relevan di lingkungan. 2, pengobatan obat terutama menggunakan stimulan sistem saraf pusat, penerapan obat penenang fenobarbital, tetapi tidak efektif, tetapi juga dapat memperburuk gejala. (1) methylphenidate (methylphenidate): terutama digunakan pada anak-anak di atas 6 tahun, setiap hari 0, 2 ~ 0, 5 mg / kg, individu hingga 0, 7 ~ 1, 0 mg / kg per hari, jumlah terbesar harian umum tidak lebih dari 40 mg. Saat minum obat dari jumlah kecil untuk memulai, dan secara bertahap tingkatkan jumlah jumlah harian sebanyak 2 kali secara oral, di pagi hari sebelum kelas dan di sore hari sebelum kelas mengambil, jangan minum obat lagi setelah jam 4 sore, agar tidak mengganggu tidur. Jangan minum obat setelah jam 4 sore untuk menghindari gangguan tidur. Jangan minum obat setelah jam 4 sore untuk menghindari gangguan tidur. Hentikan minum obat pada akhir pekan dan hari libur nasional. Efek samping utama dari obat ini adalah kehilangan nafsu makan, insomnia, sakit perut dan pucat. Penggunaan jangka panjang dalam jumlah besar dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Anak-anak dengan epilepsi gabungan tidak boleh menggunakan obat ini untuk menghindari terjadinya kejang. (2) Pemoline (pemoline) dosis yang biasa digunakan 1 ~ 3 mg/kg per hari, dimulai dari jumlah kecil, 10 ~ 2 0 mg per hari, dosis pagi hari bisa satu kali. Tingkatkan dosis secara bertahap, jumlah maksimum sehari tidak melebihi 80 ~ l00mg. akhir pekan dan hari libur untuk berhenti menggunakan. Efek samping jarang terjadi, tetapi beberapa anak mungkin mengalami insomnia, kehilangan nafsu makan, sakit perut, sakit kepala, dll. Setiap anak mungkin mengalami gangguan fungsi hati (peningkatan aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase).