Gejala intususepsi pada bayi

  Intususepsi adalah suatu kondisi di mana sebagian usus dan ligamennya bersarang di usus yang berdekatan, menyebabkan obstruksi pada bagian isi usus. Mayoritas intususepsi adalah proksimal ke tuba usus distal, tetapi intususepsi reversibel jarang terjadi dan paling sering terjadi pada bayi di bawah usia 2 tahun, terutama pada bayi berusia 4-10 bulan, dan lebih sering terjadi pada musim semi. Gejala khas intususepsi adalah sindrom empat kali lipat, yaitu menangis, muntah, tinja berdarah dan pembengkakan perut.  1. Menangis: menangis adalah gejala paling awal dan paling penting dari intususepsi, dan merupakan manifestasi unik dari nyeri perut pada bayi, yang ditandai dengan tangisan yang tiba-tiba, keras, dan berirama. Bayi yang sehat tiba-tiba menangis dan menjadi gelisah, pucat, mengepalkan tinjunya, menekuk lutut dan menarik kembali perutnya, menggerakkan tangan dan kakinya, menolak makanan dan susu, serangan berlangsung selama 3-5 menit dan kemudian mereda dengan sendirinya, dengan selang waktu 10-20 menit sebelum serangan berlanjut. Beberapa anak berperilaku lebih baik dan menunjukkan cemberut paroksismal dan melengkungkan punggung, daripada menangis.  2. Muntah: Muntah terjadi segera setelah episode menangis, awalnya dari susu, gumpalan susu dan sisa makanan, kemudian dari empedu, dan kemudian dari cairan seperti tinja, yang mengindikasikan obstruksi usus.  3. Tinja berdarah: Darah dalam tinja adalah manifestasi karakteristik dari intususepsi, dan darah dalam tinja biasanya terjadi 8-12 jam setelah timbulnya tangisan. Darah yang khas adalah tinja berlendir seperti selai merah, tetapi bisa juga terdapat tinja darah segar atau tinja nanah, yang dapat diulang beberapa kali setelah beberapa jam.  4. Pembengkakan perut: Pembengkakan yang teraba di perut adalah tabung usus yang terperangkap. Sulit bagi orang tua untuk merasakan massa perut, tetapi dokter anak yang berpengalaman dapat merasakan massa tersebut, dan palpasi abdomen merupakan diagnosis yang bermakna. Pada tahap akhir penyakit ini, tabung usus bisa mencapai rektum, dan kadang-kadang massa bisa prolaps dari anus.