Sendi adalah bagian penting dari tubuh kita, membawa puluhan kilogram berat badan selama puluhan tahun atau bahkan berabad-abad. Ketika mereka jatuh sakit, dampaknya bisa dibayangkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih lanjut tentang kondisi menyakitkan yang disebut artritis reumatoid ini dan untuk menghilangkan kesalahpahaman. Banyak orang di Barat berpikir bahwa masalah sendi hanya terjadi ketika orang bertambah tua. Namun demikian, telah dilaporkan bahwa proporsi orang muda dan setengah baya yang menderita artritis telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini, karena standar hidup telah meningkat, dan jumlahnya masih terus bertambah. Namun, ada banyak kesalahpahaman tentang berbagai jenis penyakit artritis. Apa yang dimaksud dengan “rheumatoid”? Apa penyebabnya, dan apakah benar-benar “tanpa harapan” seperti yang dipikirkan orang? Mitos 1: Artritis reumatoid hanya menyerang orang tua Ketika berbicara tentang nyeri sendi dan pembengkakan, banyak orang percaya bahwa penyakit-penyakit ini adalah penyakit orang tua, sehingga banyak anak muda, terutama anak-anak, yang sering salah didiagnosis dan kurang didiagnosis jika mereka mengalami gejala-gejala ini. Kesadaran Baru: Karena artritis reumatoid berkembang relatif lambat, sebagian besar pada wanita paruh baya dan lebih tua, dan karena gejala awal penyakit, seperti pembengkakan sendi dan nyeri, mirip dengan penyakit tulang dan sendi yang umum terjadi pada orang paruh baya dan lebih tua, banyak pasien awal yang sering mengaitkan penyakit ini dengan penuaan alami dan kemunduran tulang, dengan meyakini bahwa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit antiinflamasi atau suplemen kalsium akan menjaga tubuh mereka tetap sehat. Faktanya, artritis reumatoid dapat menyerang semua orang dari segala usia, termasuk anak-anak, bukan hanya orang tua. Mitos 2: Hal ini disebabkan oleh tinggal dan bekerja di lingkungan yang lembab untuk waktu yang lama “Saya dulu tinggal di rumah yang sangat lembab dan persendian saya tidak berfungsi setelah waktu yang lama.” Banyak orang percaya bahwa artritis reumatoid terutama disebabkan oleh lingkungan hidup dan kerja yang lembab. Pemahaman baru: artritis reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik yang sangat merusak dan bahkan dapat menyebabkan pasien mengalami kelainan bentuk yang parah, yang mengakibatkan hilangnya sebagian mobilitas mereka dan sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. “Penyakit ini dikaitkan dengan regulasi kekebalan tubuh yang abnormal, faktor lingkungan dan faktor genetik, tetapi penyebab sebenarnya dari penyakit ini masih belum diketahui. Meskipun demikian, artritis reumatoid dapat terjadi di berbagai iklim, dan terutama terkait dengan kelainan sistem kekebalan tubuh.” Mitos 3: Faktor rheumatoid adalah jawaban atas pertanyaan apakah Anda menderita penyakit ini atau tidak “Dalam praktik klinis, kita sering menjumpai pasien yang mengira mereka memiliki ‘faktor rheumatoid’ ketika mereka melihat faktor rheumatoid positif pada tes laboratorium mereka. rheumatoid’, dan jika dokter tidak memperlakukan mereka sebagai ‘rheumatoid’, mereka akan sangat bingung.” Inilah salah satu kesalahpahaman yang dimiliki orang. Kesadaran baru: faktor rheumatoid bukanlah indikator diagnostik spesifik untuk artritis rheumatoid, yang sering terlihat pada beberapa penyakit rematik umum lainnya seperti lupus eritematosus sistemik dan sindrom kering, selain artritis rheumatoid. Selain itu, beberapa penyakit menular, seperti endokarditis infektif dan hepatitis kronis, juga bisa positif untuk faktor rheumatoid, bahkan pada 4% orang normal. Oleh karena itu, faktor reumatoid positif tidak selalu berarti artritis reumatoid. Pada artritis reumatoid, tingkat kepositifan faktor reumatoid adalah sekitar 60%. Namun demikian, faktor rheumatoid negatif tidak menyingkirkan artritis rheumatoid. Oleh karena itu, diagnosis artritis reumatoid harus didasarkan pada gejala klinis pasien, tanda-tanda fisik, tes darah (antibodi anti-CCP, MCV, AKA, APF dan antibodi lainnya) dan tes pencitraan, bukan pada faktor reumatoid saja. Mitos 4: Artritis reumatoid tidak dapat disembuhkan Banyak orang terpengaruh oleh iklan palsu dan percaya bahwa artritis reumatoid adalah penyakit kronis yang bersifat “kanker” dan tidak ada obatnya jika Anda mengidapnya. Kesadaran baru: “Dengan pesatnya perkembangan reumatologi, artritis reumatoid bukan lagi penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Selama dapat didiagnosis secara dini dan diberikan tindakan pengobatan komprehensif yang aktif dan benar pada waktu yang tepat, sebagian besar pasien dapat menjaga persendian mereka tidak cacat dan kehidupan serta pekerjaan mereka tidak terpengaruh.” Namun, sebagai tanggapan terhadap kesalahpahaman dan kekhawatiran orang, dia juga memperingatkan bahwa “jika tidak diobati sejak dini dan secara teratur, hal ini dapat menyebabkan kerusakan sendi yang tidak dapat dipulihkan dan secara serius memengaruhi fungsi mobilitas.” Hal ini disebabkan oleh beberapa kesalahpahaman bahwa banyak pasien pada tahap awal menunda waktu terbaik untuk pengobatan, sehingga perkembangan penyakit tidak terkendali dan mengakibatkan konsekuensi yang tak terbayangkan. “Strategi pengobatan yang berhasil untuk artritis reumatoid adalah mengobatinya secara dini dan agresif.” Mitos 5: Artritis reumatoid harus diobati dengan hormon “Untuk mengobati reumatoid, Anda pasti harus menggunakan hormon.” Selama fase pengobatan, banyak pasien khawatir harus diobati dengan hormon. Pemahaman baru: saat ini, obat pilihan untuk artritis reumatoid adalah obat anti-rematik yang memodifikasi penyakit, bukan hormon. Hanya beberapa pasien yang memerlukan pertimbangan diskresi dalam keadaan khusus tertentu.